Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik
Jakarta (ANTARA) - Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menurunkan robot untuk memadamkan kebakaran gudang di di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5) malam.
Operasi robot pemadam dilakukan menyusul potensi gas beracun dari material yang terbakar dalam bangunan, yakni botol-botol berisi bahan kimia atau gas.
"Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik," kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakbar, Syaiful Kahfi kepada wartawan di lokasi, Senin (11/5) malam.
Namun demikian, operasi robot pemadam yang membutuhkan tekanan air tinggi membuat unit itu harus ditarik setelah setengah jam beroperasi. Pemadaman pun kembali dilanjutkan secara manual.
"Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi," tutur Syaiful.
Potensi gas berbahaya dari asap kebakaran pun membuat petugas pemadam mengenakan masker khusus saat melalukan pemadaman manual.
Selain robot pemadam, pihak Syaiful juga mengoperasikan nozzle dari berbagai sisi pergudangan yang terbakar.
Meskipun terkendala sumber air, kata Syaiful, strategi ini efektif untuk mencegah api merembet ke arah bangunan lain.
"Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan," kata dia.
Pihaknya menerjunkan total 25 unit mobil pemadam dan 125 personel dengan gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
"Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada warga yang melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit yang posisinya persis berada di belakang lokasi," jelas dia.
Belum dapat dipastikan apakah bangunan-bangunan gudang yang terbakar tersebut merupakan satu kesatuan atau milik pihak yang berbeda.
Kendati demikian, ia memastikan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.
"Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa," papar Syaiful.
Ledakan beruntun dalam kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5) malam, berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas dalam bangunan.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, botol-botol itu tersambar api sehingga meledak di tengah kebakaran.
"Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan," kata Syaiful kepada wartawan di lokasi Senin malam.
Ledakan-ledakan itu, kata Syaiful, melontarkan botol-botol ke udara, sehingga pihaknya menyadari adanya potensi gas beracun dari asap kebakaran. Tak ayal, petugas mengenakan masker khusus saat melakukan pemadaman manual.
"Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan," kata Syaiful.





