Tolak Tawaran Iran, Trump: Kini Gencatan Senjata Sudah Masuk Fase 'Sekarat'
Salma Fenty May 12, 2026 06:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pada Senin waktu setempat (11/5/2026) bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam fase "sekarat" dan "sangat lemah" .

Pernyataan ini muncul setelah kedua belah pihak terlibat baku tembak pada akhir pekan lalu.

Trump bahkan melabeli proposal perdamaian yang diajukan Teheran sebagai "sampah".

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu setelah Teheran menolak tawaran Washington dan menyebutnya sebagai proposal yang dinilai terlalu menguntungkan AS sepihak.

Iran juga menuduh Trump mengajukan tuntutan yang tidak masuk akal serta permintaan yang berlebihan.

Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak dunia pada Senin , di mana patokan internasional Brent Crude naik menjadi 104 dolar AS per barel atau sekitar sekitar Rp1,81 juta.

Ketegangan ini menjadi latar belakang yang sulit bagi kunjungan kenegaraan Trump ke China minggu ini, mengingat China adalah konsumen energi utama dari kawasan Teluk.

Trump Tuding Iran Tak Konsisten

Meski situasi memanas, Trump mengaku masih percaya bahwa solusi diplomatik masih sangat mungkin terjadi.

Menurutnya, hal itu dikarenakan para pemimpin Iran sering kali berubah pikiran.

"Mereka adalah orang-orang yang sangat tidak terhormat," ujar Trump seperti yang dilansir dari NBC News.

Trump juga menuduh para pemimpin Iran awalnya menyetujui salah satu poin krusial dalam perundingan, yakni penyerahan stok uranium yang diperkaya.

Baca juga: Trump Tolak Proposal Damai Iran, Tanda Perang AS-Israel Lawan Iran Kembali Menyala

Namun kemudian, Trump mengklaim bahwa Iran menarik kembali tawaran tersebut.

"Dua hari lalu, mereka berkata, 'Kalian harus mengambilnya'", kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih. 

"Namun mereka berubah pikiran karena mereka tidak menuangkannya ke dalam dokumen tertulis", lanjutnya.

SUMPAH TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran.
SUMPAH TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran. (Tangkapan layar YouTube NBC News)

Trump juga menambahkan bahwa Iran sempat menyebut hanya AS dan China yang memiliki kemampuan untuk menangani material tersebut.

Rencana Trump Terkait Nuklir

Trump juga membantah kritik yang menyebut dirinya tidak memiliki solusi jelas untuk mengakhiri konflik ini.

"Anda tahu, orang-orang bertanya, apa rencana solusinya? Yang jelas saya punya rencana terbaik yang pernah ada". ungkap Trump.

Trump pun mengungkapkan solusi akhir yang ia maksud 

"Rencana saya sangat sederhana: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir", tegas Trump.

Sebelumnya pada hari Minggu, melalui unggahan di Truth Social, Trump juga menyebut proposal Iran "Benar-benar tidak dapat diterima".

"Saya baru saja membaca jawaban dari apa yang disebut sebagai 'Perwakilan' Iran dan saya tak menyukainya" tulis Trump kala itu tanpa merinci detail isi rencana tersebut

Tanggapan Iran

Pernyataan Trump tersebut segera menuai respons dari Teheran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuduh AS memiliki "pandangan sepihak' dan mengajukan tuntutan yang berlebihan.

Baca juga: Trump Kepergok Angkut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Curiga AS Siapkan Agenda Nuklir Besar

"Semua yang kami usulkana dalah hal yang masuk akal dan generous, tidak hanya untuk kepentingan nasional Iran, tetapi juga untuk kebaikan dan kesejahteraan kawasan serta dunia" kata Baghaei, .

Baghaei menjelaskan bahwa tawaran Iran mencakup penghentian pembajakan maritim terhadap kapal-kapal Iran.

Adapun istilah pembajakan ini merujuk pada sindiran terhadap AS yang juga melakukan blokade pelabuhan.

Baghaei juga menyebut Iran menuntut pembebasan aset milik rakyat Iran yang telah dibekukan secara tidak adil selama bertahun-tahun di bank asing karena tekanan Amerika.

Selain itu, Iran menginginkan jalur aman melalui Selat Hormuz serta keamanan dan perdamaian di seluruh kawasan, termasuk Lebanon.

Pekan lalu, Trump membatalkan rencana jangka pendek untuk mengawal kapal dagang melalui Selat Hormuz yang dikenal sebagai "Project Freedom".

PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel.
PENUH RANJAU - Tangkap layar WN yang menunjukkan posisi kapal-kapal di Selat Hormuz. Selat yang menjadi jalur penting perdagangan dunia itu dipenuhi ranjau laut yang dipasang Iran dalam perang melawan serangan Amerika Serikat dan Israel. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/WN)

Tak lama berselang, kedua pihak terlibat kontak senjata di mana AS mengklaim kapal perusaknya meluncurkan "serangan bela diri" setelah diserang.

Dalam wawancara telepon dengan NBC News pada hari Jumat, Trump menjawab "Tidak" saat ditanya apakah konflik dengan Iran sudah berakhir.

Senada dengan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menegaskan kepada CBS News bahwa konflik tersebut "jauh dari kata berakhir".

Netanyahu memperingatkan jika negosiasi gagal menarik material nuklir dari Iran, maka Israel siap untuk kembali menghadapi melakukan operasi militer.

Saat ini, AS terus melanjutkan blokade pelabuhan terhadap Iran.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.