TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, belum memastikan masa depannya usai membawa Super Elang Jawa kembali promosi ke Super League musim depan.
Kontrak Ansyari bersama Laskar Sembada diketahui habis pada akhir musim Championship 2025/2026.
Meski gagal menjuarai Championship setelah kalah dramatis dari Garudayaksa FC lewat adu penalti di partai final, performa PSS sepanjang musim tetap terbilang impresif.
Terutama saat bermain di kandang, PSS tampil sangat dominan. Dari 18 laga kandang, tim berjuluk Super Elja itu mencatatkan 14 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya sekali kalah.
Secara keseluruhan, PSS menorehkan 16 kemenangan, delapan hasil imbang, dan empat kekalahan dari total 28 pertandingan musim ini.
Perjalanan Ansyari sebagai pelatih bersama PSS juga terbilang panjang. Pelatih berusia 55 tahun itu pertama kali bergabung pada 1 April 2023 saat PSS masih berlaga di Liga 1 musim 2022/2023.
Baca juga: Cerita Atya Kirana di Balik Dapur PSS Sleman: Dua Musim Beruntun Temani Dua Klub DIY Promosi
Sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala, Ansyari sempat menjadi asisten bagi sejumlah pelatih di PSS, mulai dari Marian Mihail, Bertrand Crasson, Risto Vidakovic, Wagner Lopes, Mazola Junior, hingga Pieter Huistra.
Saat ditanya soal kontraknya yang habis musim ini, Ansyari menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada manajemen klub.
“Kontrak saya habis. Soal bertahan atau tidak ya itu tergantung manajemen dan Dirtek,” kata Ansyari, Selasa (12/5/2026).
Setelah berhasil membawa PSS comeback ke kasta tertinggi, nama Ansyari banyak dikaitkan dengan klub-klub Championship lainnya, termasuk PSMS Medan.
Pelatih berlisensi AFC Pro itu pun menjawab spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan mantan timnya itu untuk musim depan.
Namun, Ansyari menegaskan belum ada komunikasi dari klub lain sejauh ini.
“Enggak ada, belum, belum,” ujarnya saat ditanya soal rumor tersebut. (*)