Modus Dugaan Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi Libatkan Oknum, Pertamina Minta Masyarakat Laporkan
Gryfid Talumedun May 12, 2026 04:40 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah bersama Pertamina berupaya keras agar penyaluran BBM subsidi maupun biosolar sesuai peruntukan atau tidak disalahgunakan. 

Kendati pun demikian, praktik penyalahgunaan BBM subsidi masih berlangsung.

Penerapan pembelian BBM subsidi menggunakan QR code (barkode) pun ternyata punya ruang penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang mengambil keuntungan sepihak. 

Penelusuran Tribun Manado, praktik dugaan penyalahgunaan seperti penimbunan BBM jenis solar masih terjadi karena secara tidak langsung ada keterlibatan oknum petugas di SPBU. 

Baca juga: Dugaan Penimbunan, Pertamina Setop Sementara BBM Solar ke SPBU Tombatu

Pengakuan sopir dumbtruck banyak yang membeli solar dengan barkode yang sesuai dengan kendaraan seharusnya. 

"Biasanya petugas (SPBU) sudah tahu tapi tutup mata. Padahal barkode mobil lain. Ya karena mereka juga dapat," kata pria asal Minahasa Selatan kepada Tribunmanado.co.id, Senin 11 Mei 2026.

Katanya, biasanya sopir yang membawa barkode tidak sesuai sudah menyiapkan 'pelicin' atau disebut 'doi roko'. Besarannya Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. 

Sementara itu, warga Manado, lainnya menilai praktik mafia BBM sulit diberantas karena ada pembiaran. 

Pemberian uang pelicin pun diduga dilakukan pelaku penimbunan BBM.

"Sudah jadi rahasia umum. Tidak mungkin SPBU tidak tahu ini kendaraan pengisiannya tidak wajar. Begitu juga motor, dalam sehari bolak-balik. Itu kan pembiaran," kata warga. 

Karena itu, masyarakat meminta Pertamina, pemerintah dan aparat meningkatkan pengawasan agar penyaluran BBM yang disubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. 

Terkait itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pihanya terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk pengawasan penyaluran biosolar maupun Pertalite. 

Langkah ini dilakukan untuk memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi agar sesuai peruntukan dan tepat sasaran

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi pun mengajak masyarakat turut mengawasi penyaluran BBM subsidi. 

"Jika ada oknum, petugas SPBU yang bermain di lapangan. Informasikan, laporkan biar kami tindak. Asalkan, disertai dengan bukti yang kompeten," ujar Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, Selasa 12 Mei 2026.

Pertamina tidak berkompromi terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan distribusi BBM subsidi. "Asal ada bukti penyalahgunaan kita tindak agar ada efek jera," tegasnya. 

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmen terhadap pendistribusian BBM subsidi sesuai aturan sehingga subsidi tepat sasaran. 

"Subsidi harus dinikmati benar oleh masyarakat yang membutuhkan," katanya lagi. (ndo)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.