TRIBUNGAYO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis peta prakiraan cuaca terbaru yang berlaku untuk periode sepekan ke depan 12-18 Mei 2026.
Laporan ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat, mengingat adanya dinamika atmosfer yang menunjukkan peningkatan aktivitas awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki transisi musim, potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat justru diprediksi meningkat di sejumlah titik.
Fase transisi biasanya identik dengan cuaca yang tidak menentu, seperti panas terik di siang hari yang diikuti hujan secara tiba-tiba.
Berdasarkan data terbaru, BMKG membagi peringatan dini ini ke dalam dua periode penting hingga 18 Mei 2026 mendatang.
Masyarakat, khususnya di wilayah yang masuk kategori "Siaga" diminta waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Pada periode awal pekan ini, cuaca di Tanah Air umumnya didominasi oleh hujan ringan hingga lebat.
Namun, perhatian khusus diberikan pada wilayah yang berstatus Siaga karena potensi hujan sangat lebat yang disertai kilat dan petir.
Wilayah Berstatus SIAGA (12-14 Mei):
Selain wilayah siaga di atas, hujan sedang-lebat juga diprediksi merata mulai dari Aceh, seluruh provinsi di Kalimantan, hingga wilayah Papua.
Memasuki pertengahan hingga akhir pekan depan, intensitas hujan secara nasional diprakirakan sedikit melandai ke kategori ringan hingga sedang. Namun, kejutan cuaca terjadi di Pulau Jawa.
Jika pada periode sebelumnya Jawa hanya mengalami hujan ringan-sedang, pada 15-18 Mei, hampir seluruh wilayah Jawa justru naik kelas menjadi status Siaga.
Wilayah Berstatus SIAGA (15-18 Mei):
"Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah-wilayah tersebut," tulis laporan BMKG.
Meski ancaman curah hujan sangat tinggi, BMKG melaporkan potensi angin kencang untuk kedua periode tersebut terpantau nihil.
Ini berarti gangguan atmosfer saat ini lebih terfokus pada pembentukan awan hujan vertikal yang membawa curah air tinggi dan sambaran petir, bukan pada sirkulasi angin permukaan yang merusak.
Masyarakat diimbau memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui kanal resmi BMKG agar mengetahui pembaruan untuk kesiapsiagaan bencana. (*)
Baca juga: Prakiraan Cuaca Gayo Lues Besok 13 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Berawan
Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tenggara Besok 13 Mei 2026: Mayoritas Berawan