Sepi Pembeli, Pedagang Eks Jalan Vihara Purwokerto Tinggalkan Lapak dan Pindah ke Lorong Pasar Wage
rika irawati May 12, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Andi (27) memilih tak menempati lapak di Blok A Pasar Wage, Kabupaten Banyumas, setelah direlokasi dari Jalan Vihara Purwokerto.

Andi memilih berjualan di lorong masuk blok pasar.

Selain lapak di Blok A yang sepi pembeli, kondisi lapak dinilai jelek dan tak layak ditempati.

Andi merupakan satu di antara 244 pedagang di Jalan Vihara yang direlokasi ke Lantai 2 Pasar Wage Purwokerto pada Minggu (22/3/2026) lalu.

Dia juga tak sendiri, pedagang lain yang senasib dengan Andi juga memilih pindah ke lorong blok pasar meski kondisinya sempit.

"Saya jualan di lorong ini beberapa hari setelah direlokasi."

"Di sana (Blok A lokasi relokasi, Red) sepi, jadi saya nunggu perbaikan saja," kata Andi saat ditemui di Pasar Wage Purwokerto, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Puluhan Tahun di Jalan Vihara, Ratusan Pedagang Pasar Wage Purwokerto Akhirnya Legawa Ditata

Andi mengatakan, pedagang dari Jalan Vihara tak direlokasi di satu tempat.

Mereka dipecah ke Blok A dan Blok B Pasar Wage.

Pembagian tempat relokasi menggunakan sistem undian. 

Menurutnya, pemecahan ini membuat pelanggan kesulitan mencari mereka.

"Harusnya ya dialokasikan di satu tempat."

"Lalu, ada keterangan, misal eks pedagang Jalan Vihara, jadi pelanggan yang biasa beli tahu lokasi jualan yang sekarang," ungkapnya. 

Bahkan, menurut Andi, ada pedagang bukan eks Jalan Vihara tiba-tiba masuk dan bergabung beresama mereka, direlokasi di tempat yang sama.

Omzet Turun

Andi mengatakan, omzet penjualan sejak direlokasi ke Pasar Wage menurut drastis.

Di Jalan Vihara, Andi bisa mengantongi pendapatan Rp1 juta per hari.

Kini, dia hanya mendapat sekira Rp300 ribu per hari.

Andi mengakui, petugas sempat melarang mereka pindah ke lorong.

Namun, karena alasan sepi pembeli, mereka diperbolehkan berjualan sementara di lorong dan tidak ditarik retribusi. 

"Karena jualannya di lorong jadi tidak ditarik retribusi, yang ditarik yang di lapak," jelasnya. 

Tak hanya pedagang Jalan Vihara, pedagang di jalan atau lorong besar yang menjadi pembatas Blok A dan Blok B juga direlokasi ke lapak Pasar Wage.

Satu di antaranya, Ramhat (35), yang mendapat lapak di lantai 2 Blok A Pasar Wage.

Menurut Rahmat, pembeli yang masuk ke pasar memang semakin ramai.

Baca juga: Curhat Pedagang Sayur Jalan Vihara Masuk ke Pasar Wage Purwokerto: Baru Naruh Terong Sudah Penuh

Hanya saja, penjualan sayur di lapaknya justru menurun.

Jika sebelumnya dia bisa menjual 1 kuintal sayur per hari, kini hanya 50 kilogram per hari.

"Pembeli semakin ramai karena semua masuk pasar, cuma memang penjualan jadi sepi."

"Semoga, ke depan bisa semakin laris," harapnya. 

Disambut Senang Pedagang Lama

Sementara itu, pedagang di Pasar Wage menyambut senang relokasi pedagang Jalan Vihara.

Pedagang di Blok A, Karsito (45) mengatakan, kehadiran pedagang dari Jalan Vihara membuat pasar menjadi lebih ramai.

Pembeli juga senang karena pedagang mengumpul di Pasar Wage.

Hanya saja, penjualan di lapaknya tidak terpengaruh dengan kehadiran pedagang dari Jalan Vihara.

"Kami senang, karena pedagang kumpul di pasar semua, jadi pembeli juga bisa masuk ke dalam," katanya. 

Pantauan Tribunbanyumas.com, tidak ada lagi pedagang di bahu Jalan Vihara.

Beberapa pedagang masih terlihat berjualan di jalan tersebut namun tidak lagi di bahu jalan tetapi nyempil di depan toko atau bangunan.

Pemkab Banyumas merelokasi pedagang di Jalan Vihara Purwokerto karena keluhan hilangnya fungsi jalan tersebut.

Pengguna jalan kesulitan lewat jalan tersebut lantaran sisi kiri dan kanan jalan dipenuhi lapak pedagang yang saat ramai pembeli justru menutup sepenuhnya jalan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.