SURYA.co.id, Surabaya - Pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan menyisakan perhatian besar.
Dalam laga penuh intensitas itu, Koko Ari Araya menjadi sorotan. Bek berusia 26 tahun tersebut terlihat terpincang pada babak kedua dan akhirnya tidak mampu melanjutkan permainan.
Pada menit ke-60, ia digantikan oleh Dimas Wicaksono Putra Rahman.
Selain Koko, Malik Risaldi juga harus mengakhiri pertandingan lebih cepat. Winger lincah Persebaya itu hanya tampil selama 45 menit sebelum digantikan Mikael Tata pada awal babak kedua.
Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO atau dr. Tommy, memastikan kondisi kedua pemain terus dipantau.
“Untuk Koko, pada pertandingan kemarin dia mengalami kram. Namun dari komunikasi terakhir, kondisinya sudah membaik dan pulih,” ujarnya.
Ia juga menambahkan perkembangan positif dari Malik.
“Sementara Malik juga menunjukkan perkembangan yang positif. Meski begitu, kami masih terus melakukan observasi, terutama terkait kondisi fisiknya setelah pertandingan kemarin,” imbuhnya.
Selain Koko dan Malik, tim medis juga memantau pemain lain yang sedang menjalani pemulihan cedera, yakni Rachmat Irianto, Alfan Suaib, dan Sadida Nugraha.
Absennya Koko Ari membuat lini pertahanan Persebaya kehilangan salah satu bek paling berpengalaman. Ia dikenal disiplin menjaga lini belakang sekaligus mampu membantu serangan dari sisi sayap.
Baca juga: Persebaya Dihantam Badai Cedera Usai Tahan Persis, Malik dan Koko Dipantau
Malik Risaldi juga menjadi kehilangan besar bagi lini serang. Kecepatan dan kelincahannya sering membuka ruang bagi Rivera dan Moreira. Tanpa dirinya, variasi serangan Persebaya berkurang.
Dr. Tommy menegaskan bahwa tim medis bergerak cepat memberikan penanganan.
“Secara keseluruhan kondisi pemain Persebaya dalam keadaan cukup baik. Beberapa pemain yang sempat mengalami keluhan setelah pertandingan juga sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, baik dokter tim maupun fisioterapis,” jelasnya.
Pelatih Bernardo Tavares turut memberikan tambahan waktu istirahat agar proses pemulihan berjalan maksimal.
“Selain itu, pelatih juga memberikan tambahan waktu istirahat untuk membantu proses pemulihan seluruh pemain,” tambah dr. Tommy.
Persebaya saat ini menempati posisi kelima klasemen dengan 52 poin dari 32 pertandingan. Mereka mencatat 14 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Meski gagal menang di Solo, performa tim tetap stabil dengan tiga kemenangan dalam lima laga terakhir.
Rentetan tiga kemenangan beruntun Persebaya akhirnya terhenti di Solo. Sebelumnya, mereka menumbangkan PSBS Biak 4-0, Arema FC 4-0, dan Malut United 2-0. Hasil imbang melawan Persis menjadi ujian konsistensi menjelang akhir musim.
Dengan dua laga tersisa melawan Semen Padang (15 Mei) dan Persik Kediri (23 Mei), Persebaya harus segera menemukan solusi atas masalah cedera. Dukungan suporter di laga kandang terakhir diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim.
Dr. Tommy menegaskan komitmen tim medis. “Pada dasarnya tim medis terus melakukan komunikasi dan pemantauan terhadap seluruh pemain agar kondisi mereka tetap terjaga dan siap untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.