Kebakaran di Djok Mentaya Banjarmasin Hanguskan Tiga Rumah, Ngatemi Selamatkan Diri Bersama Cucu
Budi Arif Rahman Hakim May 12, 2026 10:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebakaran terjadi di Gang Guntur RT 08, Jalan Djok Mentaya, Kelurahan Mawar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 09.55 Wita. 

Warga berbondong-bondong melakukan pemadaman sesaat sebelum pemadam kebakaran dan sejumlah unit BPK tiba di lokasi.  

Namun kobaran yang besar sempat merusak bangunan di sekitar titik awal kebakaran.  

Api disebut berasal dari rumah yang dihuni warga bernama Ngatemi (75), yang saat kejadian ia berteriak meminta tolong. 

“Sidin (beliau) minta tolong, kami di dalam kamar dikira apa, saya lihat api sudah membesar di sini,” ujar Yuyun, salah seorang warga yang rumahnya ikut terdampak.  

Api akhirnya berhasil dipadamkan. Tercatat tiga bangunan mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.  

“Ada tiga sementara ini terbakar, satu rumah ditempati Ngatemi, di sebelahnya bedakan, tambah satu lagi rumah sebelah kanan, Jadi tiga sementara,” jelas Ketua RT 08, Fajriannur. 

Baca juga: Gerak-gerik Mencurigakan, Warga Tabalong Kedapatan Polisi Kedapatan Kantongi Sabu

Baca juga: Polsek Amuntai Tengah Ungkap Pengeroyokan di Sungai Malang, Tiga Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Ngatemi yang sudah lansia nyaris menjadi korban dalam insiden kebakaran ini.

Ia mengaku sedang tertidur ketika api mulai membesar. Ia baru tersadar setelah merasakan panas di kakinya. 

“Ini kaki terasa panas, pas bangun lihat ternyata ada api, teriaklah saya,” ucap Ngatemi sambil masih menangis mengusap matanya.

Bersama cucunya yang masih berusia tiga tahun, Ngatemi berhasil selamat keluar dari rumah dibantu tetangganya.

“Beliau teriak saya dengar, lalu saya tolong untuk keluar rumah. Setelah keluar, api semakin besar dan kena juga lah rumah kami di bagian belakang,” tutur Andri, suami Yuyun, warga yang rumahnya ikut terdampak.  

Usai dievakuasi, Ngatemi dibawa ke rumah Ketua RT setempat. Tak lama kemudian, anaknya, Melly, tiba di lokasi untuk menenangkan sang ibu.  

“Saya dengar info ditelepon kalau rumah mama kebakaran. Sebenarnya mama bareng kakak, tapi kakak sedang bekerja, jadi sama cucunya saja ponakan saya,” jelas Melly.  

Ketua RT 08, Fajriannur, menyebut warga sempat bergegas menyelamatkan lansia dan anak-anak begitu terdengar teriakan “api-api”.  

“Begitu ada orang teriak api-api kami ke sana menyelamatkan lansia sama anak-anak, kami bawa ke rumah RT,” ujarnya.  

Sempat muncul dugaan api berasal dari aktivitas memasak di dapur. Namun dugaan tersebut dibantah oleh Ngatemi (75), penghuni rumah yang disebut sebagai sumber api.  

“Tidak ada memasak, saya tertidur di dalam rumah,” tegas Ngatemi.  

Tak lama setelah api dipadamkan, pihak kepolisian tiba di lokasi. Garis polisi dipasang, sementara keterangan saksi-saksi mulai dikumpulkan. 

Rumah yang ditempati Ngatemi ludes terbakar, sedangkan satu bedakan kosong di samping kiri rumah turut rusak.  

“Ibu Ngatemi ini menyewa saja Pak, rumah dan bedakan ini milik Ibu Ita. Iya bedakan kosong,” jelas Fajriannur.  (Banjarmasinpost.co.id/saiful rahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.