TRIBUNGORONTALO, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Sekretaris Daerah menggelar Rapat Koordinasi Inovasi Daerah Tahun 2026 di Aula Bappeda Kabupaten Boalemo, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bappeda bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Nurdin Baderan, menegaskan bahwa inovasi daerah bukan sekadar tambahan tugas, melainkan langkah strategis yang wajib dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah.
Menurutnya, inovasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Boalemo pada tahun 2026 harus mencakup lima urusan wajib pelayanan dasar.
“Saya ingin setiap instansi dapat mengusulkan lima inovasi. Jika saat ini baru tersedia tiga inovasi, maka tinggal ditambah dua lagi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah inovasi yang terjaring dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 mencapai sekitar 60 inovasi dari berbagai sektor.
“OPD memiliki 30 inovasi, puskesmas memiliki 15 inovasi, sedangkan sekolah memiliki 13 inovasi,” jelasnya.
Nurdin kemudian memaparkan tahapan perencanaan inovasi daerah Kabupaten Boalemo ke depan, yakni:
Juni–Agustus: penjaringan inovasi daerah melalui aplikasi indeks inovasi daerah.
September–Oktober: pengukuran, verifikasi, validasi, dan analisis laporan inovasi daerah.
November: penilaian kepala daerah dalam indeks inovasi daerah.
Akhir November: penerimaan penghargaan IGA berupa piagam dan trofi dari Menteri Dalam Negeri.
Berdasarkan SK Bupati Nomor 022/380/XII/2025 tertanggal 18 Desember 2025, tercatat sebanyak 59 inovasi telah terdaftar. Namun, masih ada beberapa OPD yang belum mengusulkan inovasi, yakni Dinas Kumperindag dan Kecamatan Botumoito.
Hal tersebut sebelumnya juga telah dibahas dalam rapat bersama Wakil Bupati Boalemo yang berlangsung di Aula Bappeda pada 10 Desember 2025.(*)