Indri Wahyuni Juri LCC Kalbar Diduga Curhat di Story, Bahas Sekolah & Endorse: yang Iri Makin Panas
ninda iswara May 13, 2026 04:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Indri Wahyuni mendadak ramai diperbincangkan publik usai pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat MPR di Pontianak, Kalimantan Barat.

Perhatian warganet tertuju pada sosok Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi tersebut setelah sebuah  unggahan story WhatsApp diduga berisi curahan hatinya ikut tersebar luas.

Unggahan itu muncul tidak lama setelah jalannya lomba pada Sabtu, 9 Mei 2026, menuai sorotan dari berbagai pihak.

Dalam kegiatan tersebut, Indri diketahui menjadi salah satu juri yang bertugas menilai para peserta lomba.

Kontroversi mulai mencuat ketika peserta asal SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha, menyampaikan keberatan atas hasil penilaian dewan juri.

Ocha merasa jawaban yang ia berikan seharusnya dinyatakan benar, namun justru dianggap keliru oleh tim penilai.

Baca juga: Kena Mental, MC LCC 4 Pilar MPR di Kalbar Minta Maaf, Akui Ucapannya Salah, Tak Patut Disampaikan

Keberatan itu tidak hanya terjadi sekali, sebab Ocha tercatat sempat melayangkan protes hingga tiga kali selama perlombaan berlangsung.

Meski begitu, seluruh protes yang diajukan tetap ditolak oleh dewan juri yang bertugas saat itu.

Nama Indri pun ikut menjadi sorotan karena dianggap sebagai salah satu pihak yang membantah keberatan dari peserta tersebut.

Sejak kejadian itu viral di media sosial, perbincangan publik mengenai jalannya Lomba Cerdas Cermat MPR terus bergulir dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Gara-gara hal tersebut, sosok Indri kini ramai dihujat netizen di media sosial.

Di tengah sorotan itu, belakangan muncul isu Indri curhat di story WhatsApp usai polemik lomba cerdas cermat.

Dalam tangkapan layar yang dilansir dari akun Instagram @kementrianbakuhantam, terlihat ada tangkapan layar story WA dari kontak bernama Bu Indri MPR.

Dalam story tersebut, kontak bernama Bu Indri MPR itu membahas soal kemenangan sekolah dan perlombaan.

"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do. (Mereka pantas mendapatkan kemenangan dan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam pertandingan tersebut. Fokus pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan bagi yang lain adalah bentuk ketidakpedulian terbesar yang bisa dilakukan seseorang)," tulis kontak bernama Bu Indri MPR.

Tak cuma itu, kontak tersebut juga menyinggung soal profil sekolah yang menang.

Menurutnya, sekolah yang menang itu memang layak menjadi wakil provinsi untuk melaju ke tingkat nasional.

"Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah-olah jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara," tulis kontak Bu Indri MPR.

"Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yang maju mewakili provinsi harus dibanggakan? they deserve the win, that's all. May Allah bless their way to go to grand final," sambungnya.

Bukan cuma soal perlombaan, kontak tersebut juga membahas soal endorse dan LHKPN yang sedang dikulik netizen.

"Terakhir, mau open endorse ah, biar makin kaya. Supaya LHKPN gw yg tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gw ga akan bikin gw jatuh. At the end, u will always have me kata misua," tulis kontak tersebut.

Sampai satu hari polemik lomba cerdas cermat viral, Indri belum memberikan tanggapan ataupun angkat bicara ke publik.

Baca juga: SMAN 1 Sambas Sempat Unggah Pernyataan Sikap soal LCC 4 Pilar MPR, Dihapus, Kepsek: Kami Menghormati

JURI LCC VIRAL - Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi saat menjadi dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5/2026). Keputusan penilaian keduanya kini ramai diperbincangkan publik di media sosial. (Tribunnews Bogor/kolase Youtube)

Pihak MPR minta maaf

Sementara itu terkait dengan polemik Lomba Cerdas Cermat tersebut, pihak MPR RI mengurai permintaan maaf.

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman meminta maaf atas insiden penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. 

Akbar menyebut bahwa MPR RI akan menindaklanjuti kejadian tersebut sekaligus mengevaluasi keseluruhan kinerja dewan juri dan sistem perlombaan LCC Empat Pilar. 

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/5/2026). 

Pimpinan MPR unsur DPD RI itu menyayangkan adanya polemik dalam penilaian lomba, dan mengingatkan pentingnya juri bersikap objektif serta responsif terhadap keberatan peserta di lapangan. 

Karenanya, insiden tersebut akan menjadi catatan penting agar pelaksanaan LCC Empat Pilar ke depan berjalan lebih baik dan profesional. 

Selain minta maaf, MPR juga mengungkap usulan soal adanya lomba ulang.

Anggota MPR Hetifah Sjaifudian menyarankan agar Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar ulang.

"Supaya ini berjalan adil, kami mendorong agar khusus kegiatan di Kalimantan Barat ini dilakukan lomba ataupun pertandingan ulang," ujar Hetifah.

Terkait dengan lomba ulang tersebut hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut dari MPR perihal mekanisme dan realisasinya.

Hingga kini diketahui wakil dari Provinsi Kalimantan Barat untuk melaju ke tingkat nasional masih dipegang oleh SMAN 1 Sambas.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.