Cekik Istri Sampai Tewas, Suami Cemburu Korban Dekat Adik Kandungnya, Isi Surat Jadi Petunjuk Polisi
Murhan May 13, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pembunuhan terhadap istri kembali terjadi. Kali ini terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Korban yang bernama Syafitri Yana dibunuh oleh suaminya, Zakaria alias Jaka.  

Bahkan, Jaka sempat kabur setelah membunuh istrinya, Selasa (28/4/2026).

Namun, Jaka diringkus polisi di dalam bus menuju Ponorogo, Jawa Timur. 

Pelariannya terhenti, keberadaan Jaka terendus polisi setelah 11 hari menghilang.

Dia diketahui berada di Jawa Timur.

Baca juga: Pasutri Korban Kecelakaan di Ambungan Tanahlaut Dikebumikan di Pelaihari, Pedagang Bakso Sungaijelai

Motif Pelaku

Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu rasa cemburu pelaku terhadap adik kandungnya berinisial BS.

Pelaku menduga korban memiliki hubungan khusus dengan sang adik, sehingga memicu emosi dan berujung pada aksi pembunuhan.

"Korban dibunuh karena adanya rasa kecemburuan pelaku terhadap adik kandungnya sendiri, saudara BS, yang diduga memiliki hubungan khusus dengan korban," kata Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Ronni Bonic didampingi Kapolres Lingga, AKBP Pahala saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan Yana, Senin (11/5/2026).

Usai kejadian, pelaku melarikan diri ke Pulau Jawa. 

Tim gabungan kemudian melakukan pelacakan melalui nomor telepon baru yang digunakan pelaku.

Keberadaan pelaku awalnya terdeteksi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam proses pengejaran, polisi bekerja sama dengan Polres Lumajang, Polres Banyuwangi, dan Polres Ponorogo.

Pelaku akhirnya diamankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang saat berada di dalam bus yang hendak menuju ke Ponorogo.

"Pada saat proses penangkapan, kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Polres Lumajang, Polres Banyuwangi, Polres Ponorogo, serta tim penyidik dari Polres Lingga dan Ditreskrimum Polda Kepri," ujarnya.

Kronologi Pembunuhan

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap motif pembunuhan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap adik kandungnya berinisial BS.

Pelaku curiga korban memiliki hubungan khusus dengan adiknya tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, korban sempat meminta bantuan kepada BS untuk mencarikan tempat tinggal baru karena tidak tahan dengan perlakuan kasar tersangka.

Korban disebut kerap dikurung dan dilarang bergaul dengan orang lain.

Siasat licik untuk menghabisi nyawa sang istri pun disusun Jaka.

Minggu (26/4/2026), Jaka terlebih dahulu memberikan minuman beralkohol (mikol) kepada korban.

Saat kondisi korban mulai lemah, pelaku kemudian mencekik korban dengan cara duduk di atas tubuh korban, sambil menekan bagian leher hingga korban meninggal dunia.

"Tersangka menggulung korban dengan menggunakan selimut dan menggendong korban yang sudah meninggal dunia ke belakang rumahnya," ujar Kapolres Lingga, AKBP Dr Pahala Martua Nababan saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Senin (11/5/2026).

Masih di lokasi yang sama, Jaka kemudian menggali lubang sedalam sekitar 50 sentimeter untuk menguburkan jasad istrinya.

Tak hanya itu, pakaian korban juga dibakar tidak jauh dari lokasi penguburan guna menghilangkan jejak.

Hasil autopsi kedokteran forensik mengungkap korban meninggal akibat kekerasan tumpul pada bagian leher yang menyebabkan patahnya tulang lidah hingga korban mengalami mati lemas.

"Dari hasil autopsi, ditemukan adanya kekerasan tumpul pada leher dengan pola yang sesuai kasus cekik," jelas Kapolres Lingga.

Saat ini tersangka berada di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.

Atas perbuatannya, Jaka dijerat Pasal 459 subsider Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. 

Surat Yana soal Perlakuan Suami

Polisi menemukan secarik surat yang ditulis tangan oleh korban Syafitri Yana.

Surat itu berisi keluh kesah kepada suaminya, Zakaria alias Jaka.

Selain surat tulisan tangan itu, polisi menemukan cangkul yang diduga digunakan Jaka untuk mengubur istrinya, usai melancarkan aksinya.

Ada juga sepatu dan pakaian milik Jaka.

Kasus tewasnya Yana ini sebelumnya dilaporkan melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/9/IV/2026/SPKT/POLRES LINGGA/POLDA KEPULAUAN RIAU tertanggal 28 April 2026.

Kepada polisi, Jaka mengaku hendak ke Ponorogo untuk mencari orang 'pintar' untuk berguru.

Selama pelarian, ia mengaku merasa dihantui bayang-bayang istrinya sehingga mendorongnya ingin mencari ilmu hitam.

Namun niatnya kandas, Jaka keburu ditangkap polisi. 

Kepada polisi, Jaka mengaku menghabisi nyawa istrinya pada Minggu (26/4/2026) sekira pukul 19.00 WIB.

Hasil pemeriksaan juga mengungkap jika ia dan Syafitri Yana, telah menjalani hubungan sebagai pasangan suami istri secara siri selama kurang lebih dua tahun, sejak 2024-2026.

7 Cara Mengatasi Rasa Cemburu

Banyak orang bilang, cemburu pada kekasih merupakan tanda cinta atau kasih sayang.

Mungkin pernyataan itu ada benarnya. Tapi, bagaimana jika kadar cemburu itu sudah berkembangan ke dalam taraf yang mengganggu.

Kondisi semacam itu tentu bukan akan merekatkan hubungan, tapi malah bisa menimbulkan masalah di dalam sebuah hubungan. 

Jika kamu merasa sedang bergulat dengan perasaan cemburu yang berkecamuk dan merasa sulit dikendalikan, mungkin tujuh tips berikut bisa membantu. 

1. Refleksi diri

Luangkan waktu untuk menjelajahi masa lalu, emosi, dan pemicu yang membuat kamu cemburu.

Hal ini dapat dilakukan untuk lebih memahami mengapa kamu bisa merasakan cemburu yang tak terkendali.

Pengetahuan diri adalah alat yang ampuh untuk mengatasi masalah ini.

2. Percakapan jujur dan terbuka

Menjadi rentan secara emosional dan membuat pasangan sadar tentang apa yang terjadi pada dirimu, dapat mengurangi kekuatan cemburu tersebut.

Selain itu, bicara terbuka mungkin dapat membuatmu mendapat dukungan dari pasangan agar dapat segera pulih. 

3. Diskusi tentang batasan dan komitmen

Pastikan kalian berdua berada pola pandang yang sama. Lalu, mulailah bicarakan tentang batasan apa yang membuat kamu merasa nyaman dengan orang lain.

Bolehkah berbicara dengan seseorang dengan jenis kelamin berbeda tentang masalah pribadi -misalnya.

Atau, apakah menggoda kawan dari lawan jenis merupakan hal yang biasa dan tidak menjadi masalah?

Lantas, bahas pula apa komitmen kalian dalam hubungan ini? Coba mulai mendefinisikan apa yang dimaksud dengan perselingkuhan.

Dan, banyak hal lain yang bisa kalian sepakati bersama demi kenyamanan dalam hubungan.

4. Lebih banyak bersyukur

Merenungkan perjalanan hidup, dan banyak kebahagiaan di dalamnya -termasuk kebersamaan dengan pasangan, tentu bisa mengubah perasaan cemburu yang kerap muncul.

Teruslah bersyukur, untuk banyak suka cita yang muncul, hingga kamu mengalami perubahan emosi, yang selama ini membuat rentan diserang rasa cemburu.

5. Ingat tentang kekuatan diri

Kadang-kadang kita membangun skenario terburuk, dan rasa sakit imajiner, di kepala kita.

Kita berpikir bahwa ketika pasangan berselingkuh atau bahkan tertarik pada orang lain, atau memperhatikan orang lain, maka hal itu tidak dapat ditoleransi.

Terkadang kita perlu mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita telah selamat dari segala macam kesulitan hidup di masa lalu, dan hingga kini masih bertahan.

Sadarilah, mungkin kita sering kali meremehkan kekuatan kita.

Mengingat-ingat kemampuan tersebut tentu akan meredakan tensi emosi, dan memungkinkan kita untuk berpikir lebih jernih.

6. Tenang dan bersikap rasional

Saat api cemburu muncul, kita kerap tidak berpikir jernih. Kita cenderung kehilangan kontak dengan intelektualitas kita, dan lalu bergantung pada "otak primitif".

Coba pikirkan, ketika kita tak bersama dengan pasangan, kita tentu tak bisa memantau dia ketika sedang menggoda dengan pelayan toko -misalnya.

Apakah kejadian itu benar terjadi? Atau, jangan-jangan itu hanya sebatas kecurigaan saja?

Nah, dalam keadaan seperti ini, amat penting untuk segera mengambil jarak, dan beristirahat demi menenangkan diri.

Sebab, ketika kita berada dalam suasana yang panas, maka kita lebih cenderung mengatakan sesuatu yang belakangan akan kita sesali.

7. Konsultasi/terapi

Ada saatnya, kita membutuhkan bantuan seorang profesional untuk membicarakan masalah kecemburuan tersebut.

Kita cenderung kurang obyektif tentang hidup kita sendiri dan seringkali, tidak peduli dengan seberapa pintar kita. Akhirnya, segala sesuatu menjadi kabur saat emosi melanda.

Seorang terapis dapat membantu untuk mengetahui apa yang nyata dan apa yang tidak, dem membantu kita untuk lebih memahami masalah.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.