SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Jemaah haji asal Kota Palembang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Palembang melaporkan kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji.
Suhu udara dikabarkan menembus angka 41 derajat Celsius, menjadi tantangan fisik bagi para jemaah saat ini.
Salah satu jemaah, Muhammad Rezadinata Pratama bersama Selvy mengungkapkan bahwa suhu panas tersebut mulai dirasakan sejak mereka berada di Madinah.
Menurutnya, perbedaan iklim yang mencolok dengan Indonesia mengharuskan jemaah melakukan adaptasi cepat.
"Kemarin di Madinah rasanya sampai 41 derajat Celsius," kata Rezadinata saat berada di Tanah Suci, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang jauh berbeda dari Indonesia membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Ia menyebut para jemaah harus menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang puncak ibadah haji.
“Awalnya pasti tubuh butuh penyesuaian dari kita yang terbiasa di iklim tropis ke iklim panas. Jadi siasatnya memperbanyak minum air putih, konsumsi vitamin, makan yang cukup, serta istirahat yang cukup," katanya.
Masih kata Reza, dalam menjalankan ibadah ia tidak memaksakan diri untuk terus beribadah karena masih menunggu puncak haji di Armuzna yang mengharuskan tubuh sangat fit.
Saat ini, Reza dan rombongan telah berada di Mekkah setelah delapan hari berada di Madinah. Di Kota Suci tersebut, para jemaah telah melaksanakan ibadah umrah wajib sebagai bagian dari haji tamattu.
Selain menjalankan ibadah, para jemaah juga sempat ke sejumlah lokasi bersejarah peradaban Islam, seperti Gua Hira dan beberapa tempat bersejarah lainnya.
Meski harus menghadapi cuaca panas ekstrem, para jemaah tetap berupaya menjalankan rangkaian ibadah dengan penuh khusyuk sambil menjaga kesehatan dan stamina menjelang puncak pelaksanaan haji.