Dubes Amerika Serikat: Negara Teluk Harus Pilih Antara Israel atau Iran
Darwin Sijabat May 13, 2026 04:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, melontarkan pernyataan provokatif terkait arah masa depan diplomasi di Timur Tengah. 

Dalam pidatonya yang krusial di Israel pada Selasa (12/5/2026), Huckabee menegaskan negara-negara Arab di Teluk Persia kini berada di persimpangan jalan.

Kata dia, negara-negara tersebut harus segera menentukan keberpihakan mereka di tengah memanasnya konflik regional.

Huckabee mendesak negara-negara Teluk untuk melihat realitas keamanan di kawasan secara objektif. 
Menurutnya, ancaman nyata bagi kedaulatan negara-negara Arab justru datang dari Teheran, Iran bukan Tel Aviv, Israel. 

Pernyataan ini merujuk pada gelombang serangan balasan Iran yang menyasar sejumlah negara Teluk pasca-agresi gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

"Negara-negara Teluk sekarang paham mereka harus membuat pilihan, apakah mereka lebih mungkin akan diserang Iran atau Israel?" tegas Huckabee sebagaimana dikutip dari Al Jazeera. 

"Mereka akan melihat bahwa Israel membantu kami dan Iran menyerang kami. Israel tidak berupaya merampas tanahmu dan tidak mengirim rudal kepadamu."

Diplomat senior AS tersebut juga menyatakan optimismenya bahwa perluasan Perjanjian Abraham (Abraham Accords) masih sangat mungkin terjadi. 

Baca juga: Iran Naik Pitam usai AS Tolak Proposal Damai, Siap Beri ‘Pelajaran Tak Terlupakan

Baca juga: Siswi Korban Ketidakadilan LCC MPR RI Diteror WA dan Diancam Somasi

Ia meyakini lebih banyak negara akan menyusul langkah Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel demi stabilitas kawasan.

Israel Hidangan Pembuka, Amerika Menu Utama

Selain membujuk negara-negara Arab, Huckabee memberikan peringatan keras kepada masyarakat Israel agar tetap solid mendukung operasi militer Amerika Serikat di Iran. 

Ia menggambarkan bahwa eksistensi Israel dan AS saling bertautan erat dalam menghadapi ancaman Teheran.

"Israel adalah hidangan pembukanya, Amerika selalu menjadi hidangan utama," cetus Huckabee, menekankan bahwa target akhir dari konflik ini jauh melampaui perbatasan Israel.

Sentimen Arab dan Tuduhan Iran

Meski Huckabee menunjukkan optimisme, ia tidak menampik adanya hambatan besar. 

Banyak negara Arab saat ini masih menaruh kemarahan besar terhadap rentetan agresi militer Israel di Palestina, Lebanon, Suriah, hingga Iran.

Di sisi lain, Iran membenarkan serangan mereka ke wilayah Teluk dengan dalih bahwa negara-negara Arab tersebut telah terlibat langsung dalam agresi AS-Israel. 

Teheran menuding negara-negara tetangganya telah mengizinkan wilayah mereka dijadikan pangkalan militer bagi pasukan Amerika untuk menggempur wilayah kedaulatan Iran.

Baca juga: Sosok Roby Kurniawan, Bupati Bintan Masih 32 Tahun, Anak Eks Gubernur dengan Harta Rp7 Miliar

Baca juga: Siswi Korban Ketidakadilan LCC MPR RI Diteror WA dan Diancam Somasi

Baca juga: Arab Saudi Larang Penggunaan Ponsel Saat Tawaf dan Sa’i, Jemaah Haji Jambi Diimbau Patuhi Aturan

Baca juga: Minyak Premium Naik Jelang Iduladha, Disdagkop UKM Batang Hari Pastikan Stok Aman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.