Nelayan Pulau Sembilan Hilang di Perairan Bajoe,  Senin Komunikasi Terakhir dengan Istri
Hari Widodo May 13, 2026 04:12 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, SINJAI- Nasib nelayan asal Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Rustam (53) hingga kini masih belum diketahui.

Warga Desa Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan itu dilaporkan hilang di Perairan Bajoe, Teluk Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan saat mencari ikan.

Korban yang berangkat Minggu, 10 Mei 2026 pukul 16.00 Wita terakhir berkomunikasi dengan istri pada Senin pagi.

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave mengatakan korban berangkat menuju Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara menggunakan perahu mancing.

 “Korban berangkat pada Minggu 10 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Andi Octave kepada Tribun-Timur, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Nelayan Hilang Ditemukan Meninggal di Perairan Muarakintap Tanahlaut, Dimakamkan di TPU Kupang

Menurutnya, istri korban masih sempat berkomunikasi dengan Rustam pada Senin pagi.

Saat itu posisi terakhir korban diketahui berada di Perairan Bajoe, Teluk Bone.

Namun, komunikasi dengan korban terputus sejak Senin siang.

“Keluarga mulai kehilangan kontak sejak Senin siang dan hingga kini korban belum ditemukan,” ujarnya.

Laporan kehilangan tersebut disampaikan pihak keluarga kepada BPBD Sinjai.

“Pelapor bernama Ambo Tuo (60), ipar korban yang berdomisili di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara,” katanya. 

Andi Octave menjelaskan pihak BPBD Sinjai telah melakukan koordinasi dengan Pos Basarnas Kabupaten Bone.

Upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan keberadaan korban.

“Tim masih melakukan pemantauan dan koordinasi pencarian bersama pihak terkait,” jelasnya.

Baca juga: Nelayan Hilang di Perairan Demon Pagon NTT, Rekan Sebut Korban Sempat Tiga Kali Minta Tolong

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Sinjai, Andi Ariani Jalil mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

“Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi keselamatan bersama,” katanya.

Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan tanda-tanda keadaan darurat di perairan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.