TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya membeli BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Semarang dan sekitarnya.
Mereka mengaku kerap tidak dilayani saat hendak mengisi Pertalite, terutama pada malam hari, dengan alasan stok habis oleh petugas.
Keluhan dirasakan oleh Wicaksana Surya, dia mengaku kerap mendapati layanan pengisian Pertalite ditutup dengan alasan stok habis, terutama selepas pukul 21.00 WIB.
Seorang warga, Wicaksana Surya, mengaku fenomena tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Ia bahkan sengaja mencoba mendatangi beberapa SPBU di wilayah Kota Semarang hingga jalur menuju Sragen pada malam hari untuk memastikan kondisi tersebut.
“Kalau malam sekitar jam 21.00 atau jam 22.00 WIB itu sering tidak dilayani beli Pertalite. Alasannya habis,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kondisi itu tidak hanya terjadi di satu lokasi.
Ia mengaku beberapa kali mendapati hal serupa di kawasan Jalan Arteri Soekarno-Hatta, wilayah Kampung Kali Semarang, hingga sejumlah SPBU jalur Semarang-Sragen.
Surya menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Sebab, menurutnya, sulit dipercaya jika stok Pertalite selalu habis setiap malam.
“Kalau dipikir logikanya, masa iya tiap hari habis terus. Konsumsi Pertalite satu SPBU itu sebenarnya berapa,” katanya.
Ia mengatakan, saat Pertalite disebut habis, BBM non subsidi seperti Pertamax justru masih tersedia dan tetap dilayani.
“Yang ada cuma non subsidi,” imbuhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Putra Setya.
Ia mengaku pernah mendatangi SPBU di kawasan Manyaran pada siang hari menjelang Salat Jumat pada minggu lalu.
Namun layanan pengisian Pertalite disebut tidak dibuka.
“Akhirnya ngisi Pertamax. Kalau malam di atas jam 19.00 WIB juga seringnya dibilang Pertalite habis di sekitaran rumah saya,” ujarnya.
Terpaksa beli nonsubsidi
Fenomena tersebut membuat sebagian pengendara terpaksa membeli BBM non subsidi meski sebelumnya berniat membeli Pertalite.
Di media sosial sendiri, keluhan terkait sulitnya memperoleh Pertalite pada malam hari juga mulai ramai dibahas warga.
Beberapa pengguna mengaku mengalami pengalaman serupa di sejumlah wilayah berbeda di Jawa Tengah. (Rad)