Okupansi Hotel di Balikpapan Menurun, Grand Jatra Andalkan Promo Diskon 30 Persen
Amelia Mutia Rachmah May 13, 2026 07:11 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kondisi ekonomi yang belum stabil pada 2026 membuat industri perhotelan ikut terdampak.

Bahkan, menurunnya aktivitas perjalanan dinas hingga efisiensi di berbagai sektor membuat tingkat hunian hotel mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Menghadapi situasi tersebut, Grand Jatra Hotel Balikpapan menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga okupansi, salah satunya lewat promo pemesanan kamar langsung melalui website resmi hotel.

Cluster Public Relation Manager Jatra Hotels and Resorts, Novita Fatimey, mengakui kondisi ekonomi saat ini cukup berat bagi industri perhotelan, terutama karena kebijakan efisiensi yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.

"Memang sungguh memprihatinkan bagi kami pebisnis atau pegiat perhotelan karena kan saat ini memang lagi efisiensi di mana-mana baik dari pemerintahan maupun perusahaan-perusahaan swasta. Sehingga itu juga berdampak ke okupansi hotel yang juga menjadi menurun," ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: BI Balikpapan Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren Jelang PESAN 2026

Grand Jatra Siapkan Promo Khusus

Untuk itu, sebagai langkah meningkatkan okupansi, hotel di kawasan Balikpapan Superblock (BSB) tersebut menghadirkan promo "Same Day Stay Deal" dengan potongan harga hingga 30 persen untuk pemesanan langsung melalui website resmi hotel.

Promo tersebut berlaku khusus untuk tamu yang melakukan pemesanan, pembayaran, dan check in pada hari yang sama melalui website resmi hotel, di Jatra Hotels and Resorts.

"Kami memiliki strategi yang baru, dan pengen pick up pelanggan melalui promo website kami. Sekaligus juga ingin mempromosikan website kami. Jadi untuk tamu yang booking, bayar, dan check in di hari yang sama, bisa mendapatkan diskon," ungkapnya.

Menurutnya, promo ini sengaja dihadirkan untuk mendongkrak tingkat hunian hotel yang mengalami penurunan selama dua bulan terakhir, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan di berbagai sektor.

Lonjakan Tiket Pesawat Ikut Berdampak

Selain faktor efisiensi, Novita juga menambahkan lonjakan harga tiket pesawat yang sempat terjadi beberapa waktu lalu turut memberikan dampak terhadap industri perhotelan di Balikpapan.

Baca juga: Terdakwa Kasus Pembunuhan di Balikpapan Barat Ajukan Pledoi, Kuasa Hukum Minta Keringanan Hukuman

"Yang kemarin harga pesawat yang melonjak bahkan langka itu juga berdampak bagi kami. Industri perhotelan juga penurunan huniannya," jelasnya.

Meski demikian, ia membeberkan saat ini tamu hotel masih didominasi segmen pemerintahan dan korporasi dengan komposisi yang relatif seimbang.

Mayoritas tamu berasal dari daerah sekitar Balikpapan seperti Samarinda, Bontang, Sangatta, hingga Penajam Paser Utara yang kerap mengadakan kegiatan maupun meeting di Balikpapan.

"Kalau saat ini masih campur, baik dari government ataupun corporate itu berimbang aja," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.