Persib dan Borneo FC Berebut Juara, I.League Bicara Soal Wasit hingga Lokasi Trofi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua pekan terakhir Super League 2025/2026 dipastikan berlangsung panas.
Perebutan gelar juara masih terbuka antara Persib Bandung dan Borneo FC, sementara persaingan menghindari degradasi juga belum usai dengan melibatkan Persis Solo dan Madura United.
Ketatnya persaingan di papan atas maupun papan bawah membuat kualitas kepemimpinan wasit menjadi sorotan.
Menanggapi hal itu, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan operator liga tidak memiliki kewenangan menentukan penugasan wasit, termasuk untuk laga-laga krusial penentu juara maupun degradasi.
Menurut Asep, penunjukan wasit sepenuhnya berada di bawah otoritas Komite Wasit PSSI, sedangkan I.League hanya berperan dalam aspek operasional pertandingan.
“Dalam kompetisi ini setiap pihak memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Operator liga tidak punya kewenangan dalam penugasan wasit karena itu merupakan otoritas penuh Komite Wasit PSSI,” ujar Asep di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Lebih labjut, Asep menjelaskan, I.League hanya membantu dalam hal teknis seperti pengaturan perjalanan, biaya operasional wasit, hingga dukungan penggunaan teknologi VAR.
Sementara keputusan mengenai siapa wasit yang bertugas di pertandingan tertentu sepenuhnya ditentukan Komite Wasit.
“Kami memang rutin berdiskusi dengan PSSI dan Komite Wasit terkait evaluasi pertandingan, termasuk laga yang berisiko tinggi atau memiliki nilai historis tertentu. Tetapi, kami tidak punya kompetensi maupun otoritas menentukan siapa bertugas di mana,” terangnya.
Selain isu wasit, perhatian juga tertuju pada lokasi trofi juara Super League musim ini.
Dengan persaingan antara Persib dan Borneo FC yang masih ketat, I.League mengantisipasi kemungkinan juara baru dipastikan hingga pekan terakhir.
Asep mengungkapkan, apabila hingga pekan ke-33 gelar juara belum terkunci, pihaknya akan menempatkan trofi di dua lokasi berbeda.
“Kalau sampai pekan ke-33 belum diketahui siapa juara, kami akan menyiapkan trofi di dua tempat. Ini bukan hal baru, pernah terjadi juga sebelumnya dan umum dilakukan di liga-liga dunia seperti Premier League,” ungkapnya.
I.League sendiri telah menjadwalkan tujuh pertandingan pekan ke-34 berlangsung serentak pada 23 Mei 2026 demi menjaga integritas kompetisi.
Sementara dua pertandingan lainnya dimainkan lebih awal karena sudah tidak memengaruhi perebutan gelar maupun degradasi.
Terkait desain trofi juara, Asep memastikan bentuknya masih sama seperti musim lalu.
Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan adanya perubahan di masa mendatang.
“Sementara masih sama seperti musim lalu. Kalau ada perubahan tentu akan diumumkan sejak awal,” katanya.
Sementara itu, untuk hadiah juara, I.League menerapkan sistem berbeda dibanding kompetisi Championship.
Tidak ada hadiah tunggal berbentuk prize money, melainkan skema kontribusi berdasarkan performa klub sepanjang musim.
Setiap klub menerima fixed contribution setiap bulan, ditambah variable contribution yang dihitung berdasarkan posisi akhir klasemen (sporting merit), rating televisi, hingga nilai komersial klub.
“Semakin tinggi peringkat, nilainya berbeda. Bahkan tiga tim terbawah tidak mendapatkan komponen tertentu. Sistem ini mirip seperti yang diterapkan di Premier League,” pungkasnya.