TribunBatam.id, Batam - Penggerebekan markas judi online yang melibatkan warga negara asing (WNA) di kawasan pertokoan Taman Niaga, Batam, membuat warga sekitar geger.
Pasalnya, ruko yang selama ini terlihat sepi dan tertutup rapat itu ternyata menjadi tempat operasional perjudian online jenis lotre yang dijalankan puluhan WNA.
Sejumlah warga mengaku tak pernah menaruh curiga terhadap aktivitas di dalam ruko tiga lantai yang berada di Blok M nomor 8 hingga 10 tersebut.
“Sudah lama ruko itu tutup, sepi, macam tak ada orang. Tak ada aktivitas mencurigakan juga. Tapi pas kemarin penggerebekan, langsung geger. Keluar dari dalam puluhan orang asing, kulitnya putih, cowok sama cewek,” ujar Diko, pekerja bengkel di samping lokasi penggerebekan, Rabu (13/5/2026).
Diko mengatakan dirinya cukup mengenal situasi di kawasan pertokoan tersebut karena setiap hari bekerja di bengkel mobil yang berada tepat di samping ruko.
Menurutnya, selama ini hampir tidak pernah terlihat aktivitas keluar masuk orang dari bangunan tersebut.
“Saya kerja di sini pagi sampai sore, kadang pulang malam juga. Sudah lama rukonya macam kosong,” katanya.
Hal serupa disampaikan rekan kerja Diko yang mengaku terkejut setelah mengetahui ruko tersebut ternyata digunakan sebagai tempat operasional kejahatan siber.
Namun berbeda dengan warga lain, seorang penghuni ruko yang berada sekitar 10 bangunan dari lokasi mengaku sempat melihat aktivitas mencurigakan dalam sebulan terakhir.
Menurutnya, beberapa mobil kerap datang dan parkir di depan ruko saat malam hari.
Baca juga: Ruko di Taman Niaga Batam Jadi Markas Judol Internasional, Warga Kira Tak Ada Penghuni
“Kami juga kaget saat digerebek. Kami kira memang tak ada orang tinggal di ruko karena selalu tutup. Tapi belakangan ini memang ada mobil datang parkir kalau malam,” ujarnya singkat sebelum masuk kembali ke rukonya.
Pantauan di lokasi, ruko tiga lantai bercat putih itu kini dipasangi garis polisi di bagian depan bangunan.
Hampir seluruh bagian bangunan tertutup rapat. Di beberapa sudut bangunan juga tampak terpasang kamera CCTV.
Suasana di kawasan pertokoan tersebut terlihat lengang. Tak banyak aktivitas warga maupun ruko yang buka setiap hari, sehingga kawasan itu tampak seperti pertokoan mati.
Polisi menyebut markas judi online tersebut baru beroperasi sekitar satu bulan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lantai satu dan dua digunakan sebagai tempat operasional perjudian online jenis lotre, sementara lantai tiga difungsikan sebagai tempat tinggal para WNA.
Dari lokasi penggerebekan, polisi turut mengamankan puluhan perangkat elektronik serta kartu lotre yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas perjudian online. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)