SURYA.CO.ID, GRESIK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghadirkan pelayanan kesehatan dengan pendekatan proaktif terintegrasi melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Hal tersebut karena tren penderita penyakit kronis hipertensi, diabetes melitus sudah bergeser, yang dulu banyak diderita Lansia, sekarang banyak diderita generasi muda akibat pola hidup.
“Prolanis hadir dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta yang menyandang penyakit kronis, khususnya Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 dan Hipertensi (HT)," kata Kepala BPJS Keseahatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Kepala BPJS Kesehatan Gresik Imbau Peserta JKN Kesehatan Rutin Cek Status Kepesertaan
Menurut Janoe, Prolanis tidak hanya ditujukan untuk peserta yang berusia 45 tahun ke atas, namun sudah bisa diikuti oleh peserta dengan usia kurang dari 45 tahun atau Prolanis Muda.
Sebab, dengan adanya Prolanis Muda, diharapkan, dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta dan kepuasan peserta, serta dapat mengendalikan biaya pelayanan kesehatan dalam jangka panjang.
“Prolanis Muda dikembangkan BPJS Kesehatan bagi pasien berusia di bawah 45 tahun, sudah terdiagnosis DM dan HT, dan masih aktif bekerja. Tujuannya, agar kondisinya bisa dikelola dengan baik dan nggak bertambah parah. Jika tidak dikontrol sejak dini, risiko jangka panjangnya, bisa terkena komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan lainnya,” imbuhnya.
Baca juga: Layanan Pasien JKN d Gresik, BPJS Kesehatan Tugaskan Petugas BPJS Satu! di Setiap FKRTL
Lebih lanjut Janoe menjelaskan tahapan yang harus dilakukan oleh peserta Prolanis Muda. Antara lain, pengisian skrining riwayat kesehatan.
“Dari hasil skrining, jika didapatkan hasil peserta termasuk ke dalam kategori berisiko, maka dilakukan tindak lanjut untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan diberi Surat Rujukan Klinis. Kemudian, jika peserta tersebut terdiagnosa DM atau HT, maka mengikuti seluruh rangkaian aktifitas Prolanis,” katanya.