TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Bondowoso setiap tahunnya menjadi langganan kekeringan. Utamanya Dusun Geddingan.
Data di SK status siaga darurat bencana kekeringan di Bondowoso, di desa tersebut yang tercatat mengalami kekeringan yakni Dusun Geddingan RT 13,14,15 dan RW 03.
Jumlah penduduk terdampak di dusun tersebut yakni 356 orang.
Menurut Astutik, warga Dusun Geddingan, saat musim kemarau warga biasanya memenuhi kebutuhan airnya ke Sungai Duren.
Baca juga: Bawa Motor ke Sekolah, Siswa SD di Lumajang Nyaris jadi Korban Begal
Jaraknya sekitar 2 kilometer, jika berkendara roda dua biasanya hanya beberapa menit saja namun jalanan cukup ekstrem karena menanjak. Tapi jika berkendara berjalan kaki cukup lama.
"Sekitar 2 kilometer," jelasnya dalam bahasa madura.
Sehari-hari, Astutik dan keluarga biasanya ke Sungai Duren tiga kali. Untuk mandi dan mencuci baju. Sementara untuk kebutuhan minum, ia menimba ke Sungai Duren.
Ditampung ke dalam tandon lipat pemberian BPBD dan tiga jurigen besar .
"Biasanya dipakai seminggu habis," ujarnya.
Jika ada hujan, tandon dan jurigen itu dibuka untuk menampung air hujan. Begitu pun jika pengiriman air dari BPBD datang, warga pasti sudah menunggu dengan jurigen dan timba masing-masing.
Khusus tandon besar langsung diisi untuk kebutuhan air warga.
Leman, Danru Regu 2 TRC BPBD Bondowoso, mengatakan, setiap sekali pengiriman dikirim 10ribu liter air bersih. Diangkut dengan dua truk berkapasitas 5000 liter.
"10 ribu liter air yang hari ini dikirim," ujarnya.
Dia mengatakan tak ada batasan setiap warga yang meminta air bersih. Selama air bersih masih ada, pasti akan dibagikan.
Tak hanya timba, tandon air umum yang biasa digunakan warga juga diisi. Di Dusun Geddingan barusan pun diisi hingga 2.500 liter air.
"Diisi juga, gak ada batasan," urainya.
Baca juga: Persid Tuan Rumah Liga 4 Nasional 2026, Pertandingan Digelar di JSG Jember
Sebelum itu Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menerangkan penyaluran kekeringan akan terus dilakukan di 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan sembilan kecamatan.
Di antaranya yakni Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin,Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, serta Tlogosari.
Sebagimana yang tertuang dalam SK Status Siaga Darurat bencana kekeringan di Bondowoso tahun 2026.
"Ada 20 dusun, di sembilan kecamatan," terangnya.
Namun begitu, BPBD kini tengah mencari upaya tambahan anggaran. Karena jumlah anggaran di APBD untuk penyaluran air bersih dampak kekeringan ini hanya bisa dilakukan untuk 30 hari ke depan. Meski prediksi BMKG, kemarau masih akan terjadi selama tujuh bulan ke depan.
Penyebabnya karena kenaikan harga BBM non subsidi. Sehingga, anggaran yang semula untuk penyaluran 40 kali, kini tersisa 30 kali penyaluran.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)