TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Dusun Geddingan, Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, setiap tahun menjadi langganan krisis air bersih, saat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air ke Sungai Duren yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman.
Akses menuju sungai tidak mudah karena jalannya menanjak dan cukup ekstrem.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Bondowoso 2026, wilayah terdampak di dusun tersebut meliputi RT 13, RT 14, RT 15, dan RW 03. Total sebanyak 356 warga terdampak kekurangan air bersih.
Astutik, warga Dusun Geddingan, mengatakan dirinya bersama keluarga rutin mengambil air ke sungai saat musim kemarau tiba.
“Sekitar 2 kilometer,” ujarnya dalam bahasa Madura.
Menurut Astutik, keluarganya biasa pergi ke Sungai Duren hingga tiga kali sehari untuk mandi dan mencuci pakaian. Sementara kebutuhan air minum juga diambil dari sungai dan disimpan dalam tandon lipat bantuan BPBD serta tiga jeriken besar.
“Biasanya dipakai seminggu habis,” katanya.
Baca juga: BPBD Bondowoso Salurkan Air Bersih ke 13 Desa Terdampak Kekeringan
Saat hujan turun, warga memanfaatkan tandon dan jeriken untuk menampung air hujan. Mereka juga menunggu distribusi air bersih dari BPBD dengan membawa wadah masing-masing.
BPBD Bondowoso terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Danru Regu 2 TRC BPBD Bondowoso, Leman, mengatakan dalam satu kali distribusi pihaknya mengirim 10 ribu liter air bersih menggunakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter.
“10 ribu liter air yang hari ini dikirim,” ujarnya.
Ia mengatakan tidak ada pembatasan bagi warga yang membutuhkan air bersih selama stok masih tersedia. Selain melayani warga secara langsung, BPBD juga mengisi tandon umum milik warga.
“Diisi juga, gak ada batasan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan distribusi air bersih akan dilakukan di 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan sembilan kecamatan di Bondowoso.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, dan Tlogosari.
“Ada 20 dusun, di sembilan kecamatan,” terangnya.
Baca juga: Ancaman El Nino 2026, 7 Kecamatan di Lumajang Dipetakan Rawan Kekeringan
Namun BPBD mengaku menghadapi kendala anggaran untuk penyaluran bantuan air bersih. Dana yang tersedia dalam APBD saat ini diperkirakan hanya cukup untuk operasional distribusi selama 30 hari ke depan.
Padahal, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga tujuh bulan mendatang.
Kondisi tersebut diperparah oleh kenaikan harga BBM non-subsidi yang membuat biaya distribusi meningkat. Akibatnya, jumlah distribusi air yang semula direncanakan sebanyak 40 kali kini berkurang menjadi sekitar 30 kali penyaluran.