TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan penebusan pupuk subsidi oleh petani di berbagai daerah sepanjang 2026 dengan memaksimalkan pemanfaatan sistem pemantauan digital.
Hingga awal Mei 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi secara nasional mencapai 3,4 juta ton atau naik 36 persen dibandingkan realisasi di periode yang sama di 2024.
Kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, antara lain penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025, penyederhanaan tata kelola distribusi pupuk subsidi sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 serta faktor musim hujan yang berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah pertanian.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan tingginya penebusan menunjukkan antusiasme petani yang semakin besar setelah akses terhadap pupuk subsidi dipermudah pemerintah.
"Peningkatan penebusan menunjukkan antusiasme petani yang sangat tinggi, terutama setelah penurunan HET pupuk subsidi dan penyederhanaan tata kelola distribusi," ujarnya dikutip Rabu (13/5/2026).
Pakai Sistem Pemantauan Digital
Di tengah tingginya permintaan tersebut, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk nasional tetap aman. Sampai 11 Mei 2026, total stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,1 juta ton yang tersebar di berbagai wilayah distribusi di Indonesia.
Untuk menjaga kelancaran pasokan, perusahaan mengandalkan sistem pemantauan digital melalui Command Center dan i-Pubers. Teknologi ini memungkinkan pemantauan stok dan tingkat penebusan pupuk secara real time hingga tingkat kios atau titik serah.
Baca juga: Petrokimia Gresik Siapkan Stok 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk Musim Tanam
Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat segera mendeteksi daerah dengan permintaan tinggi dan melakukan rekonfigurasi atau realokasi stok antarwilayah secara cepat tanpa harus menunggu laporan manual.
"Melalui Command Center dan sistem i-Pubers, kami dapat memantau kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios," kata Yehezkiel.
Strategi percepatan distribusi itu didukung oleh infrastruktur logistik terintegrasi yang dimiliki perusahaan, mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang di berbagai daerah.
Infrastruktur tersebut memungkinkan perpindahan stok pupuk antarwilayah dilakukan lebih cepat untuk menjaga ketersediaan pasokan di daerah dengan tingkat penebusan tinggi.
Baca juga: DPR: Perpres No.113/2025 Dorong Makin Lancarnya Distribusi Pupuk Subsidi ke Petani
Selain memperkuat sistem distribusi berbasis digital, Pupuk Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, distributor, dan kios pupuk agar penyaluran pupuk subsidi tetap sesuai ketentuan dan kebutuhan petani di lapangan.
Pupuk Indonesia menilai kombinasi kebijakan pemerintah dan penguatan sistem distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional di tengah meningkatnya kebutuhan pupuk subsidi tahun ini.
Laporan Reporter: Noverius Laoli | Sumber: Kontan