TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan perketat pengawasan pelaku perjalanan dari luar negeri seiring dengan adanya kasus hantavirus.
Pengawasan dilakukan secara ketat terutama bagi pelaku perjalanan yang berasal dari Amerika Latin.
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, (13/5/2026).
“Itu terutama itu dari negara-negara Amerika Selatan ya, seperti Argentina dan lain sebagainya ya,” katanya.
Ia mengatakan perhatian khusus tersebut diberikan menyusul kasus penyebaran yang terjadi di Kapal MV Hondius. Tipe virus yang ditemukan pada kapal pesiar asal Belanda tersebut merupakan jenis Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
“Jadi sekitar itu kita akan betul-betul sangat intens perhatikan ya, mencermati ya dan tentunya kita lihat perkembangannya,” katanya.
Baca juga: Hantavirus Dipantau Ketat, WHO Nilai Risiko Global Masih Rendah
Ia berharap kasus Hantavirus hanya terjadi di klaster kapal MV Hondius saja dan tidak menjadi Pandemi.
Adapun seorang WNA yang berdomisili di Jakarta telah teridentifikasi sebagai kontak erat penumpang Kapal MV Hondius.
WNA tersebut telah diperiksa dan hasilnya negatif.
“Semoga kita berharap bahwa kejadian ini tidak menjadi pandemi ya. Ini kan beda dengan COVID yang pandemi. Nah ini kita berdoa ya kita berharap bahwa tidak ada pandemi, cukup di klaster kapal itu saja gitu kan paham ya,” pungkasnya.