Dilansir , Kamis (14/5/2026), Kantor Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, "Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke UEA dan bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab."
Namun, , kantor berita resmi UEA, mengatakan, "Uni Emirat Arab membantah apa yang beredar mengenai kunjungan Netanyahu ke negara tersebut, atau penerimaan delegasi militer Israel di wilayahnya."
"UEA menegaskan bahwa hubungannya dengan Israel bersifat publik dan dibangun dalam kerangka Perjanjian Abraham yang terkenal dan diumumkan secara publik," katanya.
"Hubungan ini tidak didasarkan pada kerahasiaan atau pengaturan rahasia. Oleh karena itu, klaim apa pun mengenai kunjungan atau pengaturan yang tidak diungkapkan tidak berdasar kecuali dikeluarkan oleh otoritas resmi yang relevan di UEA," tambahnya.
UEA meminta semua media agar tidak menyebarkan informasi yang tidak disertakan dokumentasi.
"Negara menyerukan kepada media untuk akurat dan tidak menyebarkan informasi yang tidak terdokumentasi atau menggunakannya untuk menciptakan kesan politik," ujarnya.





