Sekjen MPR 'Salahkan' Sound System, Biang Kerok Kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar, Kendala Teknis
ninda iswara May 14, 2026 05:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Polemik yang muncul dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat akhirnya mendapat penjelasan dari pihak penyelenggara.

Sekretariat Jenderal MPR RI mengungkapkan bahwa persoalan tersebut dipicu oleh kendala teknis pada sistem suara saat babak final berlangsung.

Penjelasan itu disampaikan Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, setelah menerima klarifikasi dari dua dewan juri yang bertugas dalam perlombaan tersebut.

Menurut Siti, gangguan pada perangkat audio membuat jawaban salah satu peserta tidak terdengar secara jelas oleh tim juri.

Padahal, peserta dari sekolah terkait merasa telah memberikan jawaban dengan benar dan lengkap ketika sesi penilaian berlangsung.

"Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan," kata Siti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Penonton LCC 4 Pilar MPR Sodorkan Bukti saat Protes, Tak Digubris, Jawaban Terdengar Jelas dari Jauh

Ia menjelaskan, kualitas suara yang kurang optimal menjadi salah satu faktor utama munculnya kesalahpahaman dalam penilaian lomba tersebut.

"Yang akhirnya mungkin kendala teknis sound (system) dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," ujarnya menambahkan.

MPR RI memastikan kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan LCC 4 Pilar berikutnya dapat berjalan lebih baik dan minim kendala teknis.

Siti juga menegaskan bahwa dewan juri mengaku kesulitan mendengar jawaban peserta secara utuh akibat masalah audio di lokasi perlombaan.

"Iya, iya teknis (terkait sound system)," ungkapnya. 

Diketahui, polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalbar.

Setelah melalui berbagai tahapan, tiga sekolah berhasil lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau (Regu A).

Persoalan krusial muncul saat sesi rebutan. Juri membacakan pertanyaan: DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?

Peserta dari Regu C (SMAN 1 Pontianak) menekan bel pertama kali dan menjawab dengan lugas.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar salah seorang siswi dari Regu C.

Bukannya mendapat poin, dewan juri justru menyalahkan jawaban tersebut dan memberikan sanksi pengurangan nilai sebesar lima poin kepada Regu C.

Pertanyaan kemudian dilempar ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Menariknya, Regu B memberikan jawaban yang sama persis dengan kalimat yang dilontarkan Regu C.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta Regu B.

Seketika, juri membenarkan jawaban Regu B. "Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh," ucap juri.

Baca juga: Curhat Shindy MC LCC di Kalbar, Kehilangan Job & Seruan Boikot, Dihakimi Teman: Mereka Merayakannya

LCC 4 PILAR - Kontroversi muncul dalam kompetisi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kalimantan Barat setelah penilaian dewan juri dianggap tidak objektif oleh pihak SMAN 1 Kota Pontianak. (YouTube MPRGOID)

Keputusan timpang tersebut sontak memicu protes dari Regu C. Mereka merasa telah memberikan jawaban yang sama persis dan tidak ada kalimat yang terlewat.

"Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B," interupsi peserta Regu C.

Merespons protes tersebut, dewan juri berdalih dan menganggap bahwa Regu C pada jawaban pertamanya tidak menyebutkan unsur 'pertimbangan DPD'.

Regu C dengan tegas membantah penjelasan juri tersebut. Mereka bahkan sempat meminta audiens yang hadir di ruangan untuk memberikan kesaksian bahwa mereka telah menyebutkan 'pertimbangan DPD'.

Meski protes telah dilayangkan dan suasana sempat tegang, dewan juri tetap pada pendiriannya. Hasil akhir perlombaan pun tidak mengalami perubahan.

(TribunTrends/Tribunnews/Fersianus Waku)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.