Polemik LCC 4 Pilar MPR, Gubernur Kalbar Ria Norsan Menyayangkan, Belum Bisa Komentari,: Belum Cek
ninda iswara May 14, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kontroversi terjadi dalam penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR yang digelar di Pontianak,

Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5/2026).

Peristiwa ini menjadi sorotan karena adanya dugaan ketidaktepatan dalam penilaian juri saat lomba berlangsung.

Juri disebut menyalahkan jawaban Regu C dari SMAN 1 Pontianak, meskipun jawaban tersebut sebenarnya benar.

Di sisi lain, Regu B justru mendapatkan 10 poin meski memberikan jawaban yang sama persis dengan Regu C.

Kondisi ini kemudian memunculkan polemik terkait konsistensi dan keadilan penilaian dalam kompetisi tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Kalbar Ria Norsam mengaku belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh.

Baca juga: Presenter Sonny Tulung Bongkar Alasan Publik Murka ke MC LCC di Kalbar, Ada 3 Pemicu, Tidak Empati

"Mohon maaf saya belum bisa berikan penjelasan, karena saya belum mengeceknya bersama dinas pendidikan," kata Ria, dilansir dari TribunPontianak, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan bahwa dirinya belum mengetahui detail permasalahan yang ramai diperbincangkan di publik.

"Saya belum tahu permasalahan pastinya, hanya disebutkan viral saja. Tentu sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi," tambahnya.

Pihak pemerintah daerah pun masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan duduk persoalan sebenarnya.

Sekda Tuntut Keadilan

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kalbar Harisson menekankan agar polemik penilaian ini mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan rasa keadilan bagi peserta didik. 

Harisson mengatakan, jawaban peserta secara substansi sudah benar dan sama, tetapi masih dinyatakan salah oleh dewan juri. Menurutnya, juri terlalu terpaku pada kunci jawaban.

“Juri ini terkesan tidak terlalu memahami materi yang ditanyakan sehingga harus membaca jawaban yang ada di tab mereka lalu mencocokkannya dengan jawaban peserta,” kata Harisson, dilansir dari Kompas.com, Senin (11/5/2026).

“Kalau kita sudah paham materi yang ditanyakan, tidak perlu lagi terus melihat tab. Cukup dengar jawaban anak-anak ini, kita langsung tahu substansinya benar atau tidak dan bisa langsung memberikan nilai,” sambungnya.

Harisson juga meminta pihak penyelenggara dan dewan juri memberikan keadilan mengingat LCC MPR mengusung materi Empat Pilar.

Baca juga: Sekjen MPR Salahkan Sound System, Biang Kerok Kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar, Kendala Teknis

 

VIRAL CERDAS CERMAT MPR: Inilah sosok siswi SMAN 1 Pontianak yang diduga dicurangi saat lomba cerdas cermat MPR. Jawabannya benar tapi malah disalahkan oleh juri.
VIRAL CERDAS CERMAT MPR: Inilah sosok siswi SMAN 1 Pontianak yang diduga dicurangi saat lomba cerdas cermat MPR. Jawabannya benar tapi malah disalahkan oleh juri. (Tribun Trends/(kolase Youtube via Tribun Bogor)

Kronologi Jawaban Peserta Disalahkan

Kontroversi LCC MPR dimulai ketika MC memberikan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK.

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun, untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" kata MC, dikutip dari siaran langsung lomba di kanal YouTube MPRGOID, Sabtu (9/5/2026).

Anggota Regu C dari SMAN 1 Pontianak lalu menjawab bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.

Jawaban tersebut sudah benar, tetapi Regu C malah mendapat pengurangan lima poin karena dianggap tidak tepat oleh dewan juri.

Selanjutnya, MC mengulang pertanyaan yang sama. Regu B memberikan jawaban persis sama dengan Regu C. Akan tetapi, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. selaku juri malah memberikan nilai sepuluh kepada Regu B.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata Regu B.

"Iya, inti dari jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.

Mendengar keputusan itu, perwakilan Regu C yang keberatan langsung menyela.

"Tadi kami menjawabnya sama seperti Regu B," kata perwakilan Regu C.

Dyastasita membantah dengan mengatakan Regu C tidak menyebutkan pertimbangan DPD. Perwakilan Regu C kemudian mengulangi jawaban mereka dengan tegas.

"Tadi saya mengatakan seperti ini, anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata perwakilan Regu C.

Meski demikian, Dyastasita tetap bersikeras bahwa dewan juri tidak mendengar kata "DPD" dari Regu C. MC pun meminta Regu C menerima keputusan juri.

Regu C juga sempat meminta pendapat penonton apakah ada yang mendengar mereka menyebut DPD. 

Namun, Dyastasita berkukuh bahwa keputusan akhir berada di tangan dewan juri.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.