Inggris memulai misi militer, mengklaim demi mengamankan jalur Selat Hormuz.
Diakui pemerintah, militer akan mengerahkan drone, jet tempur, dan kapal perang untuk misi multinasional tersebut.
Mengutip Tribunnews pada (14/5), pengakuan ini diumumkan dalam pernyataan pemerintah Inggris sejak Selasa (12/5/2026) malam waktu setempat.
“Kami akan menyumbangkan drone, jet tempur, dan kapal perang untuk misi multinasional guna mengamankan Selat Hormuz,” demikian pernyataan pemerintah Inggris, Selasa (12/5/2026).
Adapun rincian jenis persenjataan yang akan dikerahkan antara lain, jet tempur Typhoon, kapal perang HMS Dragon.
Serta mengerahkan perangkat pencarian ranjau otonom yang mampu mendeteksi sekaligus menonaktifkan ranjau laut secara otomatis.
Juga, menggunakan sistem modular “Beehive” yang dapat mengoperasikan kapal drone Kraken berkecepatan tinggi untuk mendeteksi, melacak, dan menghadapi ancaman di laut.
Selain itu, Inggris juga mengalokasikan dana baru sebesar 115 juta poundsterling.
Tujuannya, untuk memperkuat sistem drone pemburu ranjau dan teknologi anti-drone yang akan digunakan dalam operasi tersebut.
Adapun pemerintah Inggris juga mengaku bahwa misi itu bersifat multinasional, dirancang sebagai operasi defensif, independen, dan kredibel.
“Misi ini akan bersifat multinasional, defensif, independen, dan kredibel,” lanjut pernyataan tersebut.
Dilakukan bersama lebih dari 40 negara yang tergabung dalam Misi Militer Multinasional.