Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Anggota DPR RI Supriyanto kembali melakukan peninjauan ke gudang Perum Bulog di wilayah Jawa Timur.
Setelah dari Gudang Bulog Ponorogo lalu ke Gudang Bulog Ngawi.
Kali ini politisi Gerindra ini meninjau Gudang Bulog Karangsoko, Kabupaten Trenggalek, Jatim pada Rabu (13/5/2026).
“Saya memantau langsung ketersediaan pangan di tingkat daerah, sekaligus memastikan kesiapan logistik dalam mendukung program strategis Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto,” ungkap Supriyanto.
Anggota dapil 7 (Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Magetan dan Ngawi) menekankan pentingnya peran Bulog sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan pangan, terutama dalam menghadapi dinamika pasar dan perubahan iklim.
"Kami ingin memastikan bahwa gudang-gudang di daerah, seperti di Karangsoko ini, memiliki kapasitas dan stok yang mumpuni. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan sesingkat-singkatnya," ujar Supriyanto.
Baca juga: Kejar Target 25 Mei, Bulog Madiun Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 166 Ribu Warga Ngawi
Berdasarkan data dari Perum BULOG Kantor Cabang Tulungagung (yang membawahi wilayah Tulungagung, Trenggalek, serta Kota dan Kabupaten Blitar), kondisi ketahanan pangan di wilayah tersebut berada pada level yang sangat aman.
Data dihimpun bahwa Bulog Cabang Tulungagung mengelola 5 Kompleks Pergudangan dengan total kapasitas mencapai 70.300 ton, di mana stok utama didominasi oleh komoditas beras.
Jumlah Stok Terkini mencapai 73 ribu ton, terdiri dari gabah, beras, jagung, minyak goreng, gula, dan komoditas pangan lainnya.
Dari target penyerapan tahunan sebesar 64 ribu ton setara beras, Bulog Tulungagung telah berhasil merealisasikan 41 ribu ton (65 persen). Saat ini tersisa target sebesar 23 ribu ton yang akan dikejar hingga akhir tahun.
Pihak manajemen Bulog menyatakan optimisme tinggi bahwa target penyerapan gabah dan beras akan terpenuhi 100 % pada akhir tahun 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan stok dan memastikan penyerapan hasil panen petani lokal tetap maksimal, Bulog menjalankan strategi proaktif.
“Selain mengoptimalkan gudang milik sendiri, kami juga melakukan sewa gudang tambahan serta menjalin kerja sama Jasa Pergudangan dengan pihak ketiga demi menjaga kualitas dan keamanan komoditas,” pungkas Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Aryadi Kurniawan.