Oleh: RD. Leo Mali
Rohaniwan dan Dosen Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Injil hari ini menegaskan kesetiaan Tuhan dan secara paripurna membuktikan kasihNya pada manusia. Dari awal kehadiran hingga akhirnya Ia kembali ke surga.
Ia datang menyapa manusia, lalu menapaki kehidupan bersama manusia, dan akhirnya wafat dan kembali ke Surga.
Ia menginginkan agar orang-orang yang percaya kepadaNya menapaki jalan yang sama hingga akhirnya ada bersama-sama dengan Dia.
Baca juga: Opini: Quo Vadis Negara Hukum?
Pada hari ini, di saat kita merayakan hari raya kenaikan Tuhan, kita menjadi seperti para murid yang memandang ke langit dan menitipkan semua harapan kita padaNya.
Karena Ia yang telah masuk ke dalam kemuliaanNya menjadi pengantara kita kepada Bapa. Mereka kehilangan Dia, dan mungkin segera ingin kembali bersamaNya.
Karena itu mereka terus-menerus memandang ke langit. Tapi Yesus, sang Guru segera meminta mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem untuk menerima janji Bapa, yakni janji anugerah Roh Kudus (Kis. 1:1-11). Agar mereka sanggup untuk bersaksi.
Janji Yesus kepada para murid, adalah juga rahmat dan anugerah yang dimohonkan oleh Paulus kepada Allah bagi jemaat di Efesus.
Karena hanya dengan bantuan Roh Kudus dalam hati mereka, umat Tuhan dapat mengenal Yesus Kristus dengan benar.
Paulus menulis harapan itu: “Supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: yaitu betapa kaya kemuliaan yang dijanjikan untuk diwarisi oleh orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasanya bagi kita yang percaya.
Kekuatan itu sesuai dengan daya kuasa Allah, yang bekerja dalam Kristus, yakni kuasa yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukan Dia di sebelah kanan Allah dalam surga.” (Ef. 1:18)
Paulus dan para murid lainnya, diberi kesempatan untuk mengalami daya dan kuasa ilahi dari kehadiran Roh Kudus dalam hidup mereka. Dengan menyusuri jalan hidup Yesus, mereka mengerti, betapa dahsyat Kuasa Allah.
Dengan kuasa sedahsyat itu Yesus mengutus para murid untuk menjadi pembawa khabar gembira Injil ke seluruh dunia. Ia tahu bahwa tugas ini tidak mudah.
Maka IA menegaskan janji penyertaanNya: “Aku menyertai kamu sampai akhir zaman” (Mat. 28:20).
Tuhan tidak pernah menuntut kita lebih dari janji-janji dan anugerah yang telah Ia berikan.
Karena itu Jangan ragu apalagi putus asa. Dalam Dia semua perkara akan sanggup kita hadapi. Semua rintangan akan kita lewati. Amin. (*)