Rumahnya Terendam Banjir, Hartati Tetap Berangkat Haji: Saya Mengadu Hanya kepada Allah
Ari Maryadi May 14, 2026 09:20 AM

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH — Enam bulan lalu, Hartati Musirun Mukmin masih berdiri di depan rumahnya di Aceh Tamiang dengan tatapan kosong. 

Rumah peninggalan orang tuanya itu nyaris tak lagi berbentuk setelah diterjang banjir bandang dan longsor.

Lumpur dan material banjir menimbun rumahnya hingga setinggi leher. 

Di tengah keterbatasan ekonomi dan kesedihan yang belum reda, perempuan 56 tahun itu bahkan belum tahu bagaimana cara memperbaiki rumahnya.

“Rumah belum bisa diperbaiki karena memang tidak ada uang,” ujarnya lirih saat ditemui di salah satu hotel jemaah Aceh di Makkah, Selasa (12/5/2026).

Namun kini, Hartati justru berada ribuan kilometer dari kampung halamannya.

Ia menjadi salah satu dari 5.426 jemaah haji asal Aceh yang tahun ini mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Perjalanan Hartati menuju Makkah bukan perjalanan yang mudah. 

Selain kehilangan rumah, seluruh dokumen penting miliknya juga hanyut saat banjir datang tiba-tiba.

“KTP, KK, termasuk dokumen haji semuanya hilang. Air datang sangat cepat, jadi kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa,” kenangnya.

Cobaan itu terasa semakin berat karena Hartati hidup seorang diri sejak sang suami, Muhammad Sofyan, wafat pada 2014. 

Di tengah kondisi sulit tersebut, ia sempat bingung ketika mendapat kabar bahwa dirinya masuk daftar keberangkatan haji tahun ini.

“Saya sempat berpikir uang dari mana untuk berangkat,” katanya.

Biaya pelunasan hajinya saat itu masih kurang sekitar Rp17 juta. 

Namun ketiga anaknya yang telah bekerja memutuskan bergotong royong membantu sang ibu agar tetap bisa berangkat ke Tanah Suci.

“Anak-anak yang membantu semuanya supaya saya tetap berangkat,” ucapnya sambil menahan air mata.

Di tengah kehilangan dan ketidakpastian, Hartati mengaku hanya memiliki satu tempat mengadu.

“Saya cuma mengadu sama Allah,” tuturnya pelan.

Beruntung, data kependudukan dan dokumen hajinya masih tersimpan di sistem pemerintah sehingga proses pengurusan ulang dapat dilakukan oleh petugas Kementerian Agama dan Dukcapil.

Kini, di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia, Hartati bersiap menjalani puncak ibadah haji di Arafah. 

Tempat yang diyakini umat Islam sebagai lokasi terbaik untuk memanjatkan doa dan harapan.

Bagi Hartati, keberangkatannya ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan ibadah, melainkan bukti bahwa di tengah kehilangan besar, selalu ada jalan yang dibukakan Tuhan bagi hamba-Nya yang terus percaya.
(hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.