Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Siap Terima Sanksi Buntut Main Game Saat Rapat: Maaf Saya Khilaf
jonisetiawan May 14, 2026 01:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang kritik yang menghantam anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, akhirnya memaksanya angkat bicara.

Setelah beberapa hari menjadi sorotan publik akibat video viral yang memperlihatkan dirinya diduga bermain game sambil merokok saat rapat pembahasan isu kesehatan, politisi muda Partai Gerindra itu kini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video singkat yang beredar luas pada Rabu malam (13/5/2026).

Video itu sekaligus menjadi respons pertama Syahri setelah sebelumnya memilih diam dan tidak memberikan tanggapan apa pun terhadap berbagai upaya konfirmasi media.

Sebelumnya, pesan maupun panggilan WhatsApp dari Kompas.com diketahui tidak mendapat respons dari Syahri.

Sikap bungkam itu sempat memicu beragam spekulasi dan menambah deras kritik publik terhadap dirinya.

Baca juga: Achmad Syahri, Anggota DPRD Jember yang Main Game Sambil Merokok Saat Rapat Disanksi, Akan Evaluasi

Akui Khilaf dan Menyesal

Dalam video yang kemudian tersebar ke publik tersebut, Syahri yang juga merupakan putra mantan anggota DPR RI Fadil Muzakki Syah mengaku menyesali tindakannya dan menyebut dirinya telah melakukan kekeliruan.

“Saya Ahmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD Komisi D Kabupaten Jember, dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar,” ujar Syahri dalam video tersebut.

Ia mengakui bahwa peristiwa yang viral itu menjadi pelajaran penting dalam perjalanan hidupnya. Menurut Syahri, dirinya sadar telah melakukan tindakan yang tidak seharusnya terjadi, terlebih sebagai seorang wakil rakyat.

“Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf. Semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan pertama Syahri sejak video dirinya ramai dibicarakan di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

RAPAT DPRD VIRAL - Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi menjadi sorotan usai videonya bermain game sambil memegang rokok saat rapat dengar pendapat beredar di media sosial.
RAPAT DPRD VIRAL - Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi menjadi sorotan usai videonya bermain game sambil memegang rokok saat rapat dengar pendapat beredar di media sosial. (Tribunnews Bogor/Kompas.com)

Siap Terima Sanksi dari Partai dan DPRD

Tak hanya meminta maaf, Syahri juga menyatakan kesiapan menerima konsekuensi atas tindakannya. Ia mengaku siap apabila partai maupun DPRD Jember memberikan sanksi terhadap dirinya.

“Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD. Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan,” tutur dia.

Dalam pernyataannya, Syahri juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya warga Jember yang merasa kecewa atas sikapnya saat rapat berlangsung.

“Semoga ke depannya ini tidak terulang lagi dalam hidup saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Jember,” lanjutnya.

Baca juga: Kekayaan Achmad Syahri Assidiqi Anggota DPRD Jember yang Viral Main Game, Pemilik Tanah Hektaran

Berawal dari Video Viral Saat Bahas Isu Kesehatan

Polemik ini bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan Syahri diduga bermain game sambil memegang rokok ketika mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember pada Senin (11/5/2026).

Rapat tersebut diketahui membahas sejumlah persoalan penting terkait kesehatan masyarakat, mulai dari kasus stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), hingga program Universal Health Coverage (UHC).

Video itu kemudian viral di media sosial dan langsung memancing reaksi keras dari publik.

Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika seorang anggota dewan, terlebih rapat berlangsung di ruang ber-AC dan membahas isu kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Dipanggil Mahkamah Partai Gerindra

Akibat polemik yang terus berkembang, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akhirnya mengambil langkah tegas. Syahri dijadwalkan menjalani sidang pemeriksaan di Mahkamah Partai pada Jumat (15/5/2026).

Pemanggilan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi internal partai terhadap kadernya yang tengah menjadi sorotan publik.

Kasus ini pun masih terus menjadi perhatian masyarakat dan menambah daftar panjang kritik terhadap perilaku pejabat publik saat menjalankan tugas kedewanan.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.