Sulap Pekarangan Jadi Kebun Hidroponik, Ibu-ibu di Kediri Belajar Bertani Modern untuk Pangan
Rendy Nicko May 14, 2026 01:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Deretan pipa hidroponik dan bibit sayuran memenuhi ruang pelatihan yang diikuti ratusan perempuan di Kota Kediri, Rabu (13/5/2026). Suasana workshop tak sekadar menjadi forum belajar bercocok tanam, namun juga ruang berbagi semangat para ibu rumah tangga yang ingin menjadikan pekarangan rumah lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Workshop budidaya sayur hidroponik yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri itu diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai organisasi perempuan. Mereka tampak antusias mencatat setiap penjelasan dan melihat langsung contoh media tanam modern yang dinilai praktis diterapkan di rumah.

Ketua GOW Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

"Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kebutuhan hidup, memanfaatkan lahan berbasis hidroponik atau polibag bisa menjadi langkah positif yang dapat diterapkan oleh ibu rumah tangga maupun komunitas masing-masing," katanya.

Baca juga: KAI Normalisasi 2 Titik Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Talun Kabupaten Blitar

Menurut Faiqoh, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas gizi keluarga. Karena itu, keterampilan menanam sayuran secara mandiri dinilai menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Ia mengapresiasi anggota GOW yang menggagas program workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membuka wawasan baru sekaligus mendorong kemandirian perempuan di lingkungan masyarakat.

"Orang-orang seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan wawasan baru tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian serta kepedulian terhadap lingkungan dalam ketahanan pangan keluarga," terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan dengan teknik dasar hidroponik oleh Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Kementerian Pertanian RI, Agus Fatony Tohari. Ia menjelaskan bahwa hidroponik merupakan metode budidaya tanaman tanpa tanah dengan memanfaatkan air bernutrisi sebagai sumber utama pertumbuhan tanaman.

Agus menerangkan, media tanam yang digunakan dapat berupa sekam bakar, cocopeat, maupun rockwool. Teknik ini dinilai lebih efisien karena mampu menghasilkan tanaman lebih banyak dibanding metode konvensional serta lebih minim serangan hama dan penyakit.

"Tanaman hidroponik bisa tumbuh dua kali lebih cepat karena nutrisi, air, dan oksigen diberikan secara tepat sesuai kebutuhan tanaman," jelasnya.

Selain teori, peserta juga dikenalkan dengan berbagai perlengkapan dasar hidroponik seperti netpot, benih sayuran, nutrisi tanaman, hingga alat ukur TDS meter dan pH meter. Banyak peserta mengaku tertarik mencoba metode tersebut karena dinilai cocok diterapkan di lingkungan perkotaan dengan lahan terbatas.

Ia berharap ilmu yang diperoleh para peserta tidak berhenti di ruang pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan langsung di rumah masing-masing. 

"Semoga dengan ini bisa menjadi awal untuk terus melanjutkan program-program inovatif yang memberdayakan masyarakat," tandasnya.

(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.