Mahfud MD Rayakan Ulang Tahun ke-69, Dapat Jersey Timnas Spesial dari Indra Sjafri
Glery Lazuardi May 14, 2026 03:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Tokoh nasional Mahfud MD merayakan ulang tahun ke-69 dengan momen istimewa. Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menghadiahkan sebuah jersey bertandatangan pelatih dan pemain skuad Garuda.

Mahfud MD Terima Jersey Timnas dan Kado Lainnya

Suasana hangat dan sederhana mewarnai perayaan ulang tahun ke-69 Mahfud MD di kediamannya di Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (13/5/2026) malam.

Acara tersebut dihadiri sejumlah sahabat, akademisi, budayawan, seniman, hingga kolega dekat Mahfud MD dari berbagai latar belakang.

Meski digelar tanpa kemewahan berlebihan, sejumlah hadiah unik dan simbolis turut mewarnai perayaan tersebut.

Salah satu yang menarik perhatian adalah hadiah dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri. Ia memberikan jersey away terbaru Timnas Indonesia berwarna putih yang telah dibubuhi tanda tangan pelatih dan para pemain Timnas.

Jersey tersebut merupakan seragam terbaru skuad Garuda hasil kolaborasi dengan brand olahraga asal Spanyol, Kelme.

Selain itu, Mahfud juga menerima hadiah berupa sepasang ayam walik dari wartawan senior Kompas sekaligus editor bukunya, Paulus Tri Agung Kristanto atau Mas TRA.

Ayam walik dikenal sebagai ayam lokal dengan karakter bulu tumbuh terbalik sehingga kulit tubuhnya tampak lebih jelas.

Dalam tradisi Jawa, ayam tersebut kerap dikaitkan dengan simbol keselamatan dan perlindungan.

Dihadiri Akademisi hingga Seniman

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Zainal Arifin Mochtar, Edy Suandi Hamid, Koentjoro Soeparno, Nasirun, Pakde Marwoto, Bambang Paningron, Sri Krishna Encik, hingga Butet Kertaradjasa.

Dalam kesempatan itu, Butet turut membacakan puisi berjudul “Jika” untuk Mahfud MD.

Malam perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Pemikiran Hukum dan Politik Mahfud MDyang diterbitkan Penerbit Buku Kompas.

Buku tersebut memuat 33 tulisan Mahfud MD yang sebelumnya terbit di Harian Kompas selama lebih dari dua dekade. Tulisan-tulisan itu dibagi ke dalam tiga tema besar, yakni hukum, politik, serta hubungan antara hukum dan politik.

Paulus Tri Agung Kristanto menjelaskan buku itu diterbitkan sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran Mahfud MD di bidang hukum dan politik.

“Prof. Mahfud memang tidak bisa dipisahkan dengan dunia hukum dan dunia politik. Bahkan dalam satu teorinya, Prof. Mahfud mengatakan bahwa hukum itu adalah anak kandung politik,” ujarnya.

Menurutnya, angka 33 tulisan dan 69 buku yang dibawa dalam peluncuran tersebut dipilih secara simbolis menyesuaikan usia Mahfud yang memasuki 69 tahun.

Baca juga: Profil Dick Advocaat: Jenderal Kecil yang Jadi Pelatih Tertua di Piala Dunia Bersama Timnas Curacao

Mahfud MD Cerita Alasan Jarang Rayakan Ulang Tahun

Dalam sambutannya, Mahfud MD mengaku dirinya hampir tidak pernah mengadakan acara ulang tahun secara khusus. Ia beralasan kerap kesulitan menentukan daftar tamu undangan.

“Sebenarnya seperti kata anak saya tadi, saya itu tidak pernah mengadakan acara ulang tahun,” kata Mahfud.

Ia bahkan mengingat pengalaman saat menggelar pernikahan anaknya beberapa tahun lalu, ketika masih ada kolega yang merasa tidak diundang.

“Bahkan waktu saya mantu tahun 2015 sampai sekarang masih diungkit-ungkit, ‘Dulu bapak nggak ngundang, musuh saya katanya’,” ujarnya disambut tawa para tamu.

Mahfud juga mengatakan dirinya tidak pernah terlalu memikirkan klasifikasi tamu VIP maupun VVIP karena menganggap semua orang memiliki kedudukan yang sama.

Di akhir sambutannya, Mahfud menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan buku tersebut. Ia menyebut kumpulan tulisan itu lahir dari refleksi dan pandangannya terhadap persoalan hukum, politik, dan kebangsaan di Indonesia.

“Kita masih harus terus bersama-sama bersinergi, baik yang di luar seperti kita maupun yang di pemerintahan, semata-mata untuk menyelamatkan dan memajukan Indonesia,” tutup Mahfud.

Mahfud MD, Akademikus hingga Tokoh Hukum yang Pernah Pimpin MK

Mahfud MD dikenal sebagai salah satu tokoh hukum dan politik Indonesia yang memiliki perjalanan panjang di dunia akademik, pemerintahan, hingga lembaga yudikatif.

Pria bernama lengkap Mohammad Mahfud Mahmodin itu lahir di Omben, Sampang, Jawa Timur, pada 13 Mei 1957. Nama “MD” yang melekat di belakang namanya berasal dari akronim Mahmodin, nama sang ayah.

Mahfud mengawali kiprahnya di dunia pendidikan dengan menempuh sekolah dasar sekaligus pendidikan agama di lingkungan pesantren di Madura. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) dan Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) di Yogyakarta.

Kuliah di Dua Kampus Sekaligus

Saat memasuki perguruan tinggi, Mahfud tercatat pernah kuliah di dua universitas sekaligus, yakni Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Arab dan Universitas Islam Indonesia jurusan Hukum Tata Negara.

Ia kemudian lebih fokus menekuni bidang hukum tata negara hingga meraih gelar doktor di UGM pada 1993. Pada tahun 2000, Mahfud dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Politik Hukum di Universitas Islam Indonesia saat berusia 43 tahun.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Fakultas Hukum UII pada 1984. Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat Pembantu Rektor, Direktur Pascasarjana, hingga Rektor Universitas Islam Kadiri.

Baca juga: Bocoran Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, John Herdman Bidik 5 Nama untuk Piala Asia 2027

Pernah Duduki Tiga Cabang Kekuasaan Negara

Karier Mahfud di pemerintahan dimulai pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Saat itu ia dipercaya menjadi staf ahli kementerian sebelum kemudian diangkat sebagai Menteri Pertahanan pada 2001.

Meski berlatar belakang sipil dan akademisi, Mahfud saat itu ditugaskan membantu penataan kebijakan pertahanan nasional pasca pemisahan TNI dan Polri dari ABRI.

Setelah itu, ia sempat menjabat Menteri Kehakiman selama beberapa hari sebelum kabinet berakhir akibat pemakzulan Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada 2004, Mahfud terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di parlemen, ia pernah bertugas di Komisi I dan Komisi III yang membidangi hukum, keamanan, pertahanan, hingga intelijen.

Karier Mahfud berlanjut ke ranah yudikatif setelah terpilih menjadi Hakim Konstitusi pada 2008. Empat bulan kemudian, ia dipercaya memimpin Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013.

Dengan pengalaman tersebut, Mahfud menjadi salah satu tokoh yang pernah berada di tiga cabang kekuasaan negara sekaligus, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Menjadi Menko Polhukam hingga Cawapres 2024

Pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo, Mahfud ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) pada 2019.

Ia menjadi tokoh sipil pertama yang menduduki posisi tersebut. Selama menjabat, Mahfud juga beberapa kali dipercaya mengisi jabatan menteri secara ad interim maupun pelaksana tugas di sejumlah kementerian.

Pada Pemilihan Presiden 2024, Mahfud MD diusung sebagai calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo.

Mahfud resmi mengundurkan diri dari jabatan Menkopolhukam pada 1 Februari 2024 seiring keikutsertaannya dalam kontestasi politik tersebut.

Aktif di Organisasi dan Dunia Pemikiran

Selain dikenal sebagai pejabat negara, Mahfud juga aktif di berbagai organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam(HMI), Korps Alumni HMI (KAHMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), hingga Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Di bidang literasi, Mahfud telah menerbitkan sejumlah buku bertema hukum, konstitusi, dan politik. Beberapa di antaranya Politik Hukum di Indonesia, Membangun Politik Hukum, Menegakkan Konstitusi, serta Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.