PMK Mengganas di Riau, 758 Ekor Ternak Terpapar dan 226 Masih Terinfeksi
Firmauli Sihaloho May 14, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman serius bagi para peternak di Provinsi Riau.

Data terbaru yang dirangkum dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, hingga 12 Mei 2026, ratusan hewan ternak dilaporkan masih terpapar penyakit menular tersebut. 

Kondisi ini membuat para peternak dihantui kekhawatiran, terlebih di tengah musim hujan dan banjir yang melanda sejumlah daerah.

Berdasarkan Rekapitulasi Laporan Sindrom PMK Provinsi Riau periode 1 Januari hingga 12 Mei 2026, total kasus PMK mencapai 758 ekor ternak. Dari jumlah itu, sebanyak 532 ekor dinyatakan sembuh, sedangkan 226 ekor lainnya masih sakit.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani, mengatakan penyebaran PMK masih terjadi di sejumlah daerah dan perlu menjadi perhatian serius seluruh peternak.

“Total kasus PMK di Riau sampai saat ini mencapai 758 ekor. Alhamdulillah, 532 ekor sudah sembuh, namun masih ada 226 ekor ternak yang masih sakit dan dalam penanganan petugas,” kata Mimi, Kamis (14/5/2026).

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Di daerah tersebut tercatat 368 ekor ternak terpapar PMK yang tersebar di 4 kecamatan dan 12 desa.

Baca juga: Berkas 19 Tersangka Kasus Korupsi Pupuk Subsidi di Pelalawan Segera Jalani Sidang

Baca juga: Polisi Bongkar Modus Bandar Narkoba Manfaatkan Anak di Bawah Umur Edarkan Sabu di Dumai

“Indragiri Hulu menjadi daerah dengan kasus tertinggi. Dari 368 kasus, sebanyak 196 ekor sudah sembuh, tetapi masih tersisa 172 ekor ternak yang sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu mencatat 155 kasus PMK. Meski demikian, sebagian besar ternak telah pulih.

“Untuk Rokan Hulu, dari 155 kasus yang ditemukan, 153 ekor sudah sembuh dan hanya tersisa dua kasus aktif,” jelas Mimi.

Di Kabupaten Kampar, kasus PMK juga masih menjadi perhatian. Dari total 46 ekor ternak yang terpapar, baru lima ekor dinyatakan sembuh.

“Kampar masih menyisakan cukup banyak kasus aktif. Dari 46 kasus, baru lima yang sembuh dan masih ada 41 ekor yang sakit,” katanya.

Sedangkan Kabupaten Siak menjadi salah satu daerah dengan tingkat kesembuhan yang baik. Seluruh 118 ekor ternak yang sempat terpapar kini telah dinyatakan sembuh.

“Di Siak, seluruh ternak yang sempat terpapar sudah sembuh semua. Begitu juga di Indragiri Hilir dan Dumai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepulauan Meranti masih mencatat 11 kasus aktif yang seluruhnya masih dalam proses penanganan. (Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.