Usai Sidak SPBU di Trikora, Tim Satgas BBM Bergeser ke SPBU Basirih Banjarmasin, Temukan Fakta Ini
Hari Widodo May 14, 2026 05:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Usai melakukan sidak di kawasan Trikora Satgas BBM Kalsel melanjutkan inspeksi keempat SPBU di Jalan Gubernur Soebardjo hingga SPBU di Wilayah Trisakti Banjarmasin.

Pada lokasi di SPBU yang berada di Trisakti, petugas juga mendata dan mengecek serta menanyakan ke petugas atau pengawas SPBU.

Ternyata di SPBU Basirih Trisakti itu lebih banyak jatah solar dari Pertamina dibandingkan dengan SPBU lainnya. Di lokasi itu sehari disuplai 32.000 liter solar.

Itu adalah SPBU penugasan untuk memenuhi aktifitas truk pelabuhan juga mengisi solar BBM di lokasi tersebut.

Baca juga: Tak Pakai Barcode, Teknologi Canggih di SPBKB Banjarbaru Ini Cegah Penyalahgunaan BBM Bersubsidi 

Namun kini, di SPBU itu tidak lagi gunakan kartu Organda untuk mengisi.

"Tidak lagi gunakan kartu Organda kami pak. Jadi semua sopir dan siapapun yang antre kami layani untuk mengisi," kata Pengawas SPBU Basirih Trisakti, Miko.

Akan tetapi, untuk pembatasan tetap sama dengan SPBU lain. Yakni tiap truk beda batasan.

Untuk truk roda delapan maksimal 200 liter solar. Untuk roda enam 80 liter solar. 

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menjelaskan setidaknya ada tujuh SPBU yang dipantau hari ini dan sementara tidak ditemukan adanya unsur penyelewengan.

"Hari ini kami berserta tim Satgas yang sudah dibentuk, termasuk TNI, kepolisian, serta dari Sekretariat Daerah, Dinas ESDM,  Disdag Pemerintah Kalimantan Selatan, kami ingin memastikan bahwa pengelolaan BBM khususnya, solar, biosolar, harus dipastikan terdistribusi merata," kata Ariadi.

Pihaknya tidak ingin masyarakat terbebani dan menjadi korban dari penyalahgunaan pengelolaan BBM.

"Dan kami hari ini melakukan tindakan nyata dengan inspeksi mendadak beberapa SPBU dan secara umum kami sudah memberikan sosialisasi, edukasi ke pengelolanya, memastikan jika pengelolaan BBM tepat sasaran dan sesuai ketentuan," urai Ariadi.

Pihaknya, mengacam jika kemudian hari ditemukan penyelewengan maka saksinya berat hingga penutupan SPBU.

"Kegiatan sindak ini akan dilakukan secara kontinu atau berkelanjutan. Artinya tidak bisa dalam bentuk sidak terbuka. Sidak yang terselubung atau tersembunyi juga akan dilakukan,"jelasnya.

Dari pantauannya hari ini ke beberapa SPBU tidak ada indikasi penyelewengan.

"Tidak ada pelangsiran sementara ini Kemudian parkir pun terkesan tertib. Tapi ini mudah-mudahan berlanjut terus-menerus, tidak hanya pas sidak saja," kata Ariadi Noor. 

Kadisdag Kalsel, H Ahmad Bagiawan menambahkan Satgas ini akan dievaluasi dan diperkuat dengan unsur lain.

"Kita nanti akan libatkan unsur lain, termasuk pihak Kejaksaan, pihak TNI Polri dan unsur dari Pertamina," jelasnya.

Baca juga: Tim Satgas BBM Pantau SPBU di Kalsel, Karo Ops: Laporkan Jika Ada Penyelewengan

H Gia berujar, pihaknya memastikan ketersediaan solar dan BBM jenis lainnya tersedia dan harganya disalurkan sesuai harga yang berlaku dari Pertamina.

"Satgas akan terus memantau dan bekerja. Jadi jangan main main. Jika nanti ada ditemukan penyelewengan pun Pungli ada bukti kita sikat,", kata H Gia.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.