BolaSport.com|Mochamad Hary Prasetya
SURYAMALANG.COM, JAKARTA – Operator kompetisi I.League mulai mematangkan persiapan menyambut musim baru yang dijadwalkan bergulir pada September 2026 mendatang.
Selain menyesuaikan jadwal dengan agenda padat Timnas Indonesia di Piala AFF, I.League juga merilis regulasi ketat terkait penggunaan stadion.
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menegaskan mulai musim depan, setiap klub wajib bermain di kandang yang telah didaftarkan tanpa terkecuali.
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, memang belum menyebutkan tanggal pasti dimulainya Super League 2026/2027.
Namun, Asep membenarkan bocoran dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bahwa kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut akan digelar pada September 2026, kemungkinan pada pekan pertama.
"Saya pikir sudah disampaikan kalau tidak salah bulan lalu oleh Pak Ketua Umum PSSI," kata Asep Saputra mengutip BolaSport.com (grup suryamalang), Kamis, (14/5/2026).
Asep menambahkan, I.League tengah menggodok program karena jadwal musim depan sangat padat.
Baca juga: Semen Padang Vs Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani Ambisi Catatkan Clean Sheet Lagi
"Nanti ada waktunya kami menyampaikan. Kalau sekarang kami sedang bicara programnya dahulu. Karena musim depan itu padat sekali dan kami juga butuh masukan," lanjutnya.
Sebelum musim baru dimulai, Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding di Piala AFF 2026 pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Sementara itu, musim 2025/2026 sendiri masih menyisakan dua pekan lagi dan akan berakhir pada 23 Mei 2026.
Persib Bandung dan Borneo FC saat ini menjadi klub yang berpeluang juara.
Baca juga: Target Menang, Arema FC Tetap Waspadai Motivasi PSBS Biak yang Sudah Dipastikan Degradasi
Di zona merah, PSBS Biak dan Semen Padang dipastikan degradasi, sementara satu slot lagi masih diperebutkan antara Madura United atau Persis Solo.
Sebaliknya, tiga klub dipastikan naik kasta dari Championship yakni Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC.
Asep menegaskan I.League akan meningkatkan kualitas kompetisi musim depan, termasuk jumlah menit bermain.
"Ini sejalan dengan Pak Erick Thohir sampaikan boleh saja akan digelar. Tapi kami harus melihat seperti apa realisasinya. Jadi pada waktunya akan kami sampaikan," tutup Asep.
Menyambut musim baru September mendatang, I.League mengimbau seluruh klub Super League dan Championship untuk segera berbenah.
Asep Saputra menegaskan, pihaknya akan sangat ketat terkait kandang setiap klub.
I.League mewajibkan klub bermain di stadion yang didaftarkan tanpa harus berpindah-pindah lagi, seperti yang sering terjadi musim ini.
"Untuk klub harus memainkan stadion yang didaftarkan kepada kami," tegas Asep.
Asep memberikan contoh kasus PSBS Biak yang musim ini bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Baca juga: Lolos Bersyarat, Arema FC Kantongi Lisensi Klub 2026
Meski PSBS sudah dipastikan degradasi, Asep menekankan jika mereka tetap bertahan, mereka wajib kembali ke Papua.
"PSBS Biak harus pulang ke Biak. Kalau pun tidak bisa, pasti akan ada sanksi," ujarnya.
Sanksi yang disiapkan sangat tegas, yakni pengurangan poin sebelum kompetisi dimulai.
Klub pun diwajibkan meminta I.League melakukan verifikasi stadion sebelum liga berjalan.
Baca juga: Jadwal PSBS Biak Vs Arema FC: Penentuan Juara Persib Vs Borneo FC, Laga Hidup Mati Persis Solo
"Potensinya selalu sama karena dalam regulasi sudah menyampaikan seperti itu," tambah Asep.
Aturan ini hanya dikecualikan untuk laga berisiko tinggi seperti duel Persija Jakarta vs Persib Bandung atau Persebaya Surabaya vs Arema FC.
Perubahan venue pada laga-laga tersebut, harus sesuai keputusan pihak keamanan, seperti kasus Persija yang menjamu Persib di Samarinda musim ini.
"Yang kemarin itu kasusnya force majeure atau pun situasi yang memang tidak terhindarkan. Sisa empat hari dan baru pindah. Jadi itu salah satu fakta di lapangan yang kami hadapi," tutup Asep.
(BolaSport.com/BolaSport.com)