Sekolah Rakyat Sumenep sudah Berjalan, Gedung Permanen masih Terkendala Status Lahan
Dwi Prastika May 16, 2026 12:22 AM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana 

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sumenep, Madura, tetap berjalan meski gedung permanennya belum dibangun.

Saat ini, para siswa masih menempati gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD) di Kecamatan Batuan, sebagai lokasi belajar sementara.

Sementara itu, pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat belum dapat dimulai karena lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sumenep masih berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Lahan seluas 10 hektare tersebut berada di Desa Patean, Kecamatan Batuan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari kementerian terkait untuk perubahan status lahan.

"LP2B-nya tinggal menunggu SK menteri," ucap Bupati Achmad Fauzi pada Kamis (14/5/2026).

Meski terkendala status lahan, Achmad Fauzi memastikan pembangunan Sekolah Rakyat tetap dilanjutkan karena merupakan bagian dari program pemerintah pusat.

Baca juga: Kisah Anak Kuli Bangunan Jadi Siswa Sekolah Rakyat Jember, Senang namun Harus Menahan Rindu Keluarga

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar proses administrasi segera tuntas dan pembangunan bisa segera diproses.

"Kami sudah koordinasi. Sebentar lagi selesai dan bisa memproses pembangunannya," katanya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini menjelaskan, pembangunan gedung sekolah nantinya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Sedangkan Pemkab Sumenep hanya menyiapkan lahan untuk mendukung program tersebut.

"Kami hibahkan lahan untuk program Sekolah Rakyat seluas 10 hektare. Untuk pembangunannya nanti bergantung pada bagaimana pusat," terangnya.

Baca juga: Baru 81 Siswa, Pendamping PKH Kejar Target Sekolah Rakyat di Sumenep

Kawasan Pertanian Luas

Ia menambahkan, kawasan pertanian di sekitar lokasi masih cukup luas, sehingga pembangunan sekolah dinilai tidak akan berdampak besar terhadap sektor pertanian.

Jika pembangunan gedung permanen selesai, seluruh siswa Sekolah Rakyat yang saat ini belajar di gedung SKD Batuan akan dipindahkan ke lokasi baru.

"Kalau gedung sekolah untuk SRT selesai, nanti seluruh siswa akan dipindahkan," terangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.