Madura Terpopuler: Pencurian Laptop di Bangkalan hingga Usulan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional
Dwi Prastika May 16, 2026 12:48 AM

Padahal dalam laptop tersebut ada file skripsinya, sementara sebentar lagi pendaftaran sidang skripsi.

Lalu tentang pengusulan Pangeran Trunojoyo menjadi Pahlawan Nasional.

Pilu Mahasiswa UTM Bangkalan Kehilangan Laptop Isi Skripsi di Masjid, Sidang Tinggal Menghitung Hari

MASJID - Korban pencurian laptop, Vendrik Ardika menyapu teras Masjid Muhammadiyah Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, usai ditemui awak media, Kamis (14/5/2026) sore. Mahasiswa semester 8 Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan itu kehilangan laptop berisi file dan data penting untuk persiapan menghadapi bimbingan dan sidang skripsi.
MASJID - Korban pencurian laptop, Vendrik Ardika menyapu teras Masjid Muhammadiyah Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, usai ditemui awak media, Kamis (14/5/2026) sore. Mahasiswa semester 8 Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan itu kehilangan laptop berisi file dan data penting untuk persiapan menghadapi bimbingan dan sidang skripsi. (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)

Rasa kantuk yang tak terbendung membuat Vendrik Ardika merebahkan tubuhnya hingga tertidur setiba di Masjid Muhammadiyah, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Namun ketika terjaga dari tidur lelapnya, mahasiswa asal Ponorogo, Jawa Timur, itu mendapati laptopnya telah hilang dari pandangan.

Vedrik merupakan mahasiswa semester VIII Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan yang sedang persiapan menghadapi bimbingan dan sidang skripsi. 

"Tadi malam saya pulang dari kampus, dari lab untuk mengambil data sekitar pukul 22.30 WIB. Setiba di sini (masjid), saya capek hingga tertidur. Memang saya teledor juga, harusnya saya masukkan dulu laptok ke tas," ungkap Vedrik ketika ditemui di lokasi kejadian, Kamis (14/5/2026) sore.

Guratan kesedihan masih tergambar jelas pada wajah Vedrik.

Tayangan rekaman CCTV menampilkan laptopnya telah dicuri seorang pria pada pukul 03.05 WIB.

Sosok pria tergambar jelas, ia tampak datang memasuki masjid pada pukul 02.40 WIB mengenakan kaus berwarna hitam dipadu sarung berwarna gelap.

"Orangnya sempat melaksanakan salat, setelah itu mondar-mandir agak lama sebelum mengambil laptop dan keluar masjid ke arah barat. Hanya laptop saja, padahal dalam tas ada dompet, uang, STNK, kunci motor, dan HP tetapi tidak diambil," jelasnya. 

Baca Selengkapnya di Sini

Warga Sumenep Kecewa Maling Motornya Diduga Dilepas Polisi, Singgung Rekaman CCTV

ILUSTRASI (Arsip) - Jajaran Satreskrim Polres Sampang menggerebek aktivitas perjudian kartu jenis poker remi di Dusun Ngur Bungur, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (3/3/2026) malam. Saini, warga Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, mengaku kecewa setelah dua terduga pelaku pencurian sepeda motornya diduga dilepas polisi, Rabu (13/5/2026). 
ILUSTRASI (Arsip) - Jajaran Satreskrim Polres Sampang menggerebek aktivitas perjudian kartu jenis poker remi di Dusun Ngur Bungur, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (3/3/2026) malam. Saini, warga Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, mengaku kecewa setelah dua terduga pelaku pencurian sepeda motornya diduga dilepas polisi, Rabu (13/5/2026).  (TribunSolo.com)

Saini, warga Desa Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, mengaku kecewa setelah dua terduga pelaku pencurian sepeda motornya diduga dilepas polisi.

Padahal, keduanya sempat diamankan selama tiga hari di Mapolsek Kangean.

Kasus pencurian tersebut terjadi pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa.

Saat itu, sepeda motor miliknya diparkir di depan sebuah toko.

Beberapa menit kemudian, korban mendapati motornya hilang.

Setelah memeriksa rekaman CCTV, terlihat sebuah mobil warna hitam berhenti di dekat lokasi.

Seseorang kemudian turun dari mobil tersebut dan beberapa saat setelahnya, membawa kabur sepeda motor korban.

"Pergi mencuri pakai mobil, satu pelaku turun dari mobil, setelah dapat motor, mobil itu juga pergi," tutur Saini, Rabu (13/5/2026).

Pada hari yang sama, korban langsung melapor ke Polsek Kangean, Polres Sumenep.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh korban.

Keesokan harinya, Jumat (8/5/2026) satu terduga pelaku ditemukan di rumahnya di Desa Pandeman, Kecamatan Arjasa.

Polisi juga mengamankan sepeda motor milik korban yang disebut telah diubah warnanya dari silver menjadi putih.

Satu terduga pelaku lainnya disebut menyerahkan diri ke polisi.

Namun, setelah sempat diamankan selama tiga hari, kedua terduga pelaku justru dilepaskan kembali.

Baca Selengkapnya di Sini

Pemkab Sampang dan UTM Bangkalan Matangkan Pengusulan Pangeran Trunojoyo Jadi Pahlawan Nasional

PENGUSULAN PAHLAWAN - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sampang, Sudarmanto. Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Universitas Trunojoyo Madura terus mematangkan pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, Kamis (14/5/2026). 
PENGUSULAN PAHLAWAN - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sampang, Sudarmanto. Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Universitas Trunojoyo Madura terus mematangkan pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, Kamis (14/5/2026).  (Istimewa)

Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan terus mematangkan pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, Kamis (14/5/2026).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sampang, Sudarmanto mengatakan, Pemkab Sampang akan menggelar pertemuan lanjutan dengan pihak UTM pekan depan untuk membahas tahapan pengusulan secara detail.

"Senin depan kami ke UTM untuk membahas dukungan pengusulan Trunojoyo bersama pihak kampus dan rektor," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah pusat telah memberi sinyal positif terhadap pengusulan tersebut. 

Saat ini, proses tinggal melengkapi sejumlah persyaratan seperti seminar nasional, naskah akademik, dan dokumen pendukung lainnya.

"Pemkab Sampang siap memberikan dukungan penuh agar tokoh asal Madura itu dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," tuturnya.

Baca Selengkapnya di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.