TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Trenggalek Menari #5 memasuki acara puncak pada 15-16 Mei 2026 di Hutan Kota Trenggalek. Tak hanya menampilkan performa keindahan menari, namun sarat makna untuk menjaga ekologis alam.
Koordinator Panitia Trenggalek Menari, Rhesajaya menerangkan total ada 21 peserta yang berasal dari lokal maupun luar Trenggalek.
Ia bersyukur antusiasme masyarakat dan peserta membludak. Panitia awalnya hanya dibatasi 18, namun banyaknya animo peserta menjadi 21 penampil.
Jaya mengaku untuk pertunjukan karya yang bertajuk Arsitektur Jiwa ini, ia mengatakan kenapa Arsitektur Jawa, Karena jiwa dari manusia itu terbentuk dari tubuh ataupun raga dari manusia sendiri.
Baca juga: Jadwal Rumah Singgah dan Museum Marsinah Dibuka untuk Umum Seusai Diresmikan Presiden Prabowo
"Yang menurut saya itu adalah arsitek. Jadi manusia merupakan arsitek untuk mengungkapkan jiwa. Jadi arsitektur jiwa mungkin di situ," akui Reshajaya, Jum'at (15/5/2026).
Jaya mengulas karya dari Samohong. Dimana penyaji mengangkat bagaimana tertangani. Ia mau dari awal tadi dia udah udah ngomongin tentang ewang ngono,
"Ewangono aku (bantulah saya) sakno aku (kasihanilah saya). Jadi dia merefleksikan dirinya sebagai hutannya," ujar Jaya.
Samohung dalam performanya lebih mudah untuk beraksi di hadapan ratusan penonton.
"Makanya tadi juga dibantu sama teman-teman untuk untuk sebuah membangun propertinya. Jadi di situ ada sambung raketnya," ulasnya.
Jaya kembali menegaskan terkait menjaga alam benar-benar harus dijaga sebagai bersama-sama.
"Antara hutan dan makhluk hidup. Jadi mungkin lebih ke arah ekologis dunia seperti itu," akuinya.
Sementara, penampil Samohong menerangkan bahwa karya ini berangkat dari pertanyaan yang muncul darinya. Apakah kita sadar dan berfikir tentang hubungan kita dengan alam.
"Hari ini saya mengajak penonton berfikir jika berkenan. Kembali menyadari apakah kita benar mengenal sungai, benar benar mengenal halaman rumah kita sendiri," ajak Samo.
Menurut Samo, karya ini mengajak seluruh penonton untuk berfikir ulang. Bukan cuma pamer joget, tapi pesan yang ia sampaikan cukup mendalam untuk selalu menjaga alam.
Baca juga: Perajin Tusuk Sate Moyoketen Tulungagung Mulai Kebanjiran Order Jelang Idul Adha 2026
"Saya sampaikan marilah kita berusaha instrospeksi diri, untuk alam lingkungan yang berdampingan. Saya berikan hak penuh menafsiri apakah yang di sini dengan positif bisa, negatif bisa," paparnya.
Ia mengapresiasi Trenggalek Menari #5 yang sudah konsisten dalam mewadahi pegiat seni tari. Harapannya semoga tetap rutin bisa dihelat setiap tahun.
"Satu karya untuk Trenggalek Menari, Jaya," ujarnya lantang.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)