TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Hujan lebat yang melanda sebagian wilayah Kota Semarang pada Jumat (15/5/2026) petang memicu ambrolnya talud Sungai Bringin di Jalan Mega Raya, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Sebuah mobil milik warga yang sedang terparkir bahkan nyaris tercebur ke sungai setelah pondasi garasi tergerus arus banjir.
Dari pantauan di lokasi pada Jumat (15/5/2026) malam, pagar talud sepanjang sekira 40 meter runtuh dan ikut terjun ke aliran sungai.
Baca juga: Jalan Tanjakan Silayur Semarang Mendadak Rusak Parah: Bergelombang Hingga Aspal Mengelupas
• BREAKING NEWS, Jenazah Wanita Tersangkut di Sungai Ngaliyan Semarang, Diduga Korban Banjir
Mobil yang berada tepat di tepi talud tampak menggantung di bibir longsoran dan nyaris jatuh ke dasar sungai sedalam sekira tiga meter.
Mobil MPV itu masih tertahan pohon di sekitar lokasi.
Petugas dari Basarnas Semarang bersama Damkar Kota Semarang datang untuk melakukan evakuasi.
Sebuah truk crane, mobil pemadam kebakaran, hingga truk towing dikerahkan agar kendaraan dapat diangkat perlahan tanpa jatuh ke sungai.
Anggota Rescue Basarnas Semarang, M Alhadad mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena posisi mobil sudah berada di tepi longsoran akibat pondasi garasi yang terkikis arus banjir.
“Basarnas bersama Damkar melakukan evakuasi mobil yang hampir saja masuk ke sungai karena pondasi garasinya tergerus banjir."
"Jadi mobil masuk ke arah kali, lalu kami menggunakan crane supaya mobil tidak jatuh ke sungai,” kata Alhadad.
Dia menjelaskan, proses pengangkatan mobil tidak hanya menggunakan crane, tetapi juga dibantu sling penahan dari kendaraan pemadam kebakaran untuk menjaga kestabilan mobil saat dievakuasi.
“Pakai crane, tapi juga ditahan dengan sling dari mobil pemadam,” imbuh dia.
Tidak ada korban maupun penumpang di dalam kendaraan tersebut.
Mobil diketahui hanya sedang diparkir di garasi yang berada tepat di pinggir sungai.
“Kebetulan mobil hanya terparkir. Garasinya memang berada di pinggir sungai dan pondasinya tergerus arus banjir,” lanjutnya.
Baca juga: BEJAT, Oknum Anggota LSM di Semarang Perkosa Gadis Penyandang Autis, Korban Hamil 5 Bulan
• April Warga Semarang Laporkan Dugaan Malpraktik Klinik Kecantikan: Wajah Rusak, Sulit Bicara
Selain menangani kejadian di Bringin, Basarnas Semarang pada malam yang sama juga menerima sejumlah laporan bencana lain akibat cuaca ekstrem di beberapa wilayah Kota Semarang.
“Untuk malam ini ada banyak kejadian. Terdapat laporan orang hanyut juga yang ditangani tim lain, ada di Purwoyoso dan Mangkang,” ucap Alhadad.
Sementara itu, warga setempat, Junaidi (54) mengatakan, talud ambrol terjadi sesaat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Taludnya longsor semua. Mobil itu diparkir di situ,” katanya.
Menurut dia, tidak ada rumah warga yang roboh akibat kejadian tersebut. Kerusakan hanya terjadi pada talud dan bagian bedengan di tepi sungai.
Proses evakuasi kendaraan akhirnya selesai dilakukan dengan pengamanan ketat dari petugas guna mengantisipasi longsoran susulan di sekitar aliran Sungai Bringin. (*)