Usai Dilantik, Majelis Tastafi Gelar Rakor Penguatan dan Ekspansi Dakwah Melalui Beut Seumeubeut
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf Tauhid dan Fikih (TASTAFI) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus, Sabtu (16/5/2026), pukul 09.00–11.30 WIB di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
Kegiatan ini mengangkat tema “Peran dan Kontribusi TASTAFI Melalui Beut Seumeubeut dalam Membina Akhlak Umat”.
Rakor ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan besar TASTAFI, yang sebelumnya diawali dengan pelantikan serentak pengurus wilayah se-Aceh, pengurus perwakilan dalam dan luar negeri, serta koordinator khusus di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat malam (15/5/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengajian umum yang disampaikan oleh Abu Mudi tentang “Qurban, Kebersamaan dan Kepedulian Sosial”.
Koordinator Pelaksana Rakor, Tgk Dr H Muhammad Hatta Lc MEd atau akrab disapa Abiya Hatta menjelaskan bahwa Rakor ini menjadi forum strategis dalam merespons berbagai tantangan umat di tengah arus informasi yang semakin kompleks, polarisasi pemikiran keagamaan, serta degradasi moral masyarakat.
“Melalui metode Beut Seumeubeut, TASTAFI berupaya tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan adab dan membentuk karakter umat secara berkelanjutan,” ujar Abiya Hatta.
Pimpinan Dayah Madani Al-Aziziyah ini menambahkan, perkembangan TASTAFI yang kini telah menjangkau seluruh Aceh, berbagai provinsi di Indonesia, hingga luar negeri.
Hal itu menuntut adanya konsolidasi organisasi yang lebih terarah, baik dari sisi visi, kelembagaan, maupun program strategis.
Rakor ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pengurus wilayah kabupaten/kota se-Aceh, pengurus perwakilan dalam dan luar negeri, koordinator khusus, dewan pembina, pakar, penasihat, serta tim media TASTAFI.
Sementara itu, Ketua Humas Majelis TASTAFI Pusat, Dr H Teuku Zulkhairi MA menyampaikan bahwa sejumlah isu strategis akan menjadi fokus pembahasan.
Antara lain pengadaan kantor permanen TASTAFI, penguatan kurikulum kajian kitab, regenerasi kader, optimalisasi media dakwah, serta penguatan sinergi antarwilayah dan diaspora.
“Rakor ini diharapkan mampu melahirkan rumusan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang, termasuk rekomendasi konkret untuk penguatan kelembagaan dan perluasan dakwah TASTAFI,” kata Dosen UIN Ar-Raniry ini.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini di antaranya Tgk Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh dan/atau Abi H Hasbi Al-Bayuni atau Abi Bayu, serta sejumlah ulama lainnya yang akan hadir secara kondisional.
Jalannya diskusi akan dimoderatori oleh Dr Tgk Safriadi MA.
Menurut Dr Zulkhairi, Rakor Majelis Tastafi ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah output penting, seperti peta pengembangan program, strategi penguatan organisasi,
serta komitmen bersama memperluas kontribusi TASTAFI dalam pembinaan akhlak umat melalui penguatan Beut Seumeubeut.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi satu kesatuan agenda yang utuh, mulai dari pelantikan, pengajian, hingga rapat koordinasi yang semuanya bermuara pada penguatan gerakan dakwah dan konsolidasi organisasi TASTAFI di berbagai level.
Panitia juga mengharapkan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi gerakan dakwah Majelis Tastafi,
mempererat ukhuwah, serta meneguhkan peran TASTAFI sebagai gerakan keilmuan yang terus berkontribusi dalam membina masyarakat yang berilmu, beradab, dan bertakwa.
(Serambinews.com/ar)