Kekecewaan Artis atas Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim, Inul Daratista: Bahayane jadi Tumbal
ninda iswara May 16, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang dukungan untuk Nadiem Makarim terus bermunculan setelah tuntutan 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menjadi sorotan publik.

Sejumlah artis dan figur publik ikut menyampaikan rasa kecewa mereka terhadap tuntutan tersebut.

Nama-nama seperti Maudy Ayunda, Jerome Polin, hingga Inul Daratista secara terbuka menilai tuntutan itu terasa tidak adil.

Mereka menyoroti proses persidangan yang dianggap belum sepenuhnya mempertimbangkan berbagai bukti yang telah disampaikan pihak Nadiem.

Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook sendiri memang belakangan menjadi perhatian publik luas.

Di tengah jalannya sidang, banyak pihak merasa pembelaan dan penjelasan dari Nadiem seolah belum mendapat perhatian yang seimbang.

Baca juga: Dukungan Driver Ojol untuk Nadiem Makarim, Pelukan Tanpa Jarak, Doakan Bebas, Sebut Pahlawan Ekonomi

Salah satu yang paling vokal menyuarakan pendapatnya adalah Jerome Polin melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Menurut Jerome, kasus yang menimpa Nadiem Makarim dapat menimbulkan ketakutan bagi orang-orang berkompeten untuk terlibat dalam pemerintahan.

Ia menilai kondisi seperti ini berpotensi membuat figur-figur berkualitas enggan bekerja sama dengan negara.

Jika hal tersebut terus terjadi, Jerome khawatir pemerintahan justru akan semakin mudah diisi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan korupsi.

"Liat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung2nya semua orang berkualitas dan berintegritas takut masih ke/bekerja sama dengan pemerintah, akhirnya diisi oleh orang2 yang korup.

We are doomed, aren't we?," tulis Jerome Polin.

Apalagi menurut Jerome, dirinya juga punya impian menjadi Menteri Pendidikan.

Namun melihat kasus Nadiem ini, dirinya jadi takut dan sedih.

"Udah speechless. Semua bukti di persidangan gak dianggep. 

Gak bisa nemuin kesalahan, tapi tetep di hukum.

Bahkan hukumannya lebih berat dari banyak kriminal dan koruptor

Sebagai orang yang punya impian untuk menjadi menteri pendidikan dan berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, aku sedih dan patah hati banget. 

Aku yakin gak cuma aku, tapi semuaaa orang yang punya panggilan untuk berkontribusi untuk Indonesia, orang-orang yang baik, berintegritas, dan tulus, akan takut dan gak mau ambil resiko kalau berakhir seperti ini," tulis Jerome.

Sama seperti Jerome, Maudy Ayunda juga menyuarakan kekecewaannya.

Ia mengaku akan berpikir seribu kali untuk bekerja di pemerintahan dalam kapasitas apapun.

"Ini sangat memilukan dan membuat marah.

Hatiku hancur untuk nadiemmakarim dan @izankamakazim. Aku tidak bisa membayangkan kemarahan dan kesedihan mereka.

Memikirkan kalian berdua dan anak-anak perempuan itu -

Hatiku hancur untuk Indonesia dan orang-orangnya yang berbakat dan bermaksud baik. Yang sekarang pasti harus berpikir seribu kali sebelum bekerja di/dengan pemerintah dalam kapasitas apa pun.

Hatiku hancur karena apa yang terasa seperti langkah mundur yang besar," tulis Maudy Ayunda dalam Bahasa Inggris.

Bahkan Inul Daratista juga ikut bersuara.

Ia mengatakan kalau hal ini yang membuat dirinya tak pernah mau ditawari jadi anggota DPR RI.

Inul pun mengaku kerap dirayu masuk parlemen dan dijanjikan uang miliaran.

Namun ia tak mau karena tidak ingin menyakiti hati rakyat.

"Makanya dr dulu aku dirayu masuk parlemen dan anggota dewan Ra Sudi-ga mau !!

biar dijanjiin dikasih duit milyaran, sampe dimentorin klo ga bisa akan di back up dr belakang- dan sekolahku yg cuma tamatan SD-SMP bs dipoles 1 aku ra sudi, haram hukume !!!! menyakiti hati rakyat. makan duit rakyat. nyikso hatine rakyat.

bahayane apalagi klo jd tumbal. alemooong.

konoha mah Sah bg kalian yg uripe cuma bisa memperkaya diri sdri" sana sini dah byk manilongdre uang rakyat yg kalian puter2 koyok trenggiling lihat org di Zolimin ... atiku mak jleb !!*

sedangkan para Suhu nya cari aman ongkang ongkang... leyeh2... mesam mesem... mangan turu bantalan duit ....: wes mbuuuhhh zolillliilimmmmmm HOT NEWS," tulis Inul.

Baca juga: Tuntutan Fantastis JPU Rp5,6 T, Pihak Nadiem Pertanyakan Asalnya, Kecewa: Negara Lakukan Ini ke Saya

Momen eks Mendikbudristek Nadiem Makarim saat tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Kasus korupsi program digitalisasi pendidikan terkait pengadaan laptop Chromebook periode 2019-2020.
Momen eks Mendikbudristek Nadiem Makarim saat tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Kasus korupsi program digitalisasi pendidikan terkait pengadaan laptop Chromebook periode 2019-2020. (Tribunnews.com/FAHDI FAHLEVI)

Total penjara 27 tahun

Dalam wawancara usai sidang, Nadiem menyebut, tuntutan jaksa terhadap dirinya sebagai hal yang sangat mengecewakan dan tidak masuk akal. 

“Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya,” kata Nadiem. 

Ia juga menyoroti besarnya tuntutan yang diterimanya dibanding perkara pidana lain. 

“Rekor, lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain,” ujar dia. 

Nadiem mempertanyakan alasan tuntutan terhadap dirinya disebut lebih berat dibanding pelaku kejahatan berat lainnya. 

“Jadi, saya bingung. Kenapa? Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” kata dia. 

Menurut Nadiem, jalannya persidangan justru menunjukkan dirinya tidak bersalah. 

“Nah, ini mungkin adalah karena di dalam alur persidangan ini sudah terang benderang bahwa saya tidak bersalah,” ucap dia. 

Ia juga mengaku tersakiti dengan adanya tuntutan uang pengganti yang nilainya mencapai triliunan rupiah. 

“Dan yang lebih menyakiti hati saya, dan ini hal yang saya tidak mengerti karena saya sudah mengabdikan diri saya 9-10 tahun kepada negara ini, bahwa ada uang pengganti,” ujar Nadiem. 

Ia kemudian merinci besaran uang pengganti yang dituntut jaksa. 

“Jadi, tidak cukup saya dimasukkan ke penjara, mereka menggunakan uang pengganti sebesar Rp 4 triliun plus Rp 809 miliar, jadi totalnya itu Rp 5 triliun,” kata dia. 

Nadiem menegaskan dirinya tidak memiliki uang sebesar yang dituntut tersebut. 

“Dan mereka tahu saya tidak punya uang itu,” ujar dia. 

Selain itu, Nadiem mengaku khawatir terhadap dampak kasus ini bagi generasi muda Indonesia. 

“Tapi, yang ini terus terang hari ini, dengan efektif pidana 18 tambah 9 berarti 27 ya. 27 tahun pidana, saya sudah tidak tahu lagi apa harapan bagi anak-anak muda di negara ini,” ujar dia. 

Ia pun mempertanyakan apakah tuntutan berat tersebut merupakan konsekuensi karena dirinya melawan dakwaan di persidangan. 

“Kalau saya melawan balik, kalau saya membuka kebenaran di dalam sidang, apakah ini hukuman saya ?, Mungkin itu yang terjadi," ujar dia. 

“Mungkin bagi teman-teman lain yang tidak punya nama saya, tidak punya suara saya, mungkin hal-hal ini terjadi terus dalam sistem keadilan kita dan tidak pernah terbuka," lanjut dia. 

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.