BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kabar duka datang dari Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Anggota jemaah Embarkasi Banjarmasin Muhammad Darmawan yang berusia 66 tahun dilaporkan wafat.
Calon haji (calhaj) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 6 dari Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tersebut meninggal di Kota Makkah.
Menurut Dokter Kloter 6, Yan Aditya, Darmawan sempat mengeluhkan nyeri dada sehingga dibawa Rumah Sakit Al Noor dan dinyatakan wafat akibat syok kardiogenik pada Rabu (14/5) pukul 18.48 waktu setempat.
“Almarhum berangkat bersama istri, Mariyamah Anang Gani. Almarhum dimakamkan di pemakaman Al Shoraya 64, Makkah,” ujar Yan melalui pesan Whatsapp.
Kloter 6 berangkat dari Madinah menuju Makkah pada Minggu (10/5). Selama di Makkah, jemaah asal Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Lamandau, dan Pulang Pisau menempati Hotel Al Hidayah di Sektor 10.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel Eddy Khairani pun menyampaikan duka mendalam atas wafatnya calhaj tersebut. “Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya.
Eddy pun menyampaikan cuaca di Makkah panas ekstrem. Bahkan, suhu udara pada siang lebih dari 43 derajat celcius.
Baca juga: Tugu Nol Km Kalsel di Banjarmasin Segera Dibuka, Ada Area UMKM hingga Amphitheater
Petugas di sana pun meminta jemaah menjaga pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta tidak memaksakan diri dalam beraktivitas.
Sebanyak 5.378 calon haji dan petugas dari 15 kloter Embarkasi Banjarmasin telah berada di Makkah. “Alhamdulillah seluruh jemaah terpantau baik,” kata Eddy.
Dia pun mengatakan sebagian besar jemaah telah menyelesaikan umrah wajib. Kini, mereka mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.
Menurutnya, fase menjelang puncak haji menjadi masa yang membutuhkan kesiapan fisik ekstra, terutama bagi jemaah lanjut usia dan dengan penyakit penyerta.
Embarkasi Banjarmasin masih akan memberangkatkan 4 kloter. Rombongan terakhir yang akan diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M Syarifuddin dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2026 dini hari.
“Kami meminta jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar hotel pada siang, menggunakan alat pelindung seperti payung atau semprotan wajah, serta rutin mengonsumsi air dan oralit agar tidak mengalami dehidrasi maupun kelelahan akibat panas,” imbau Eddy.
Selain menjaga kondisi fisik, jemaah juga diminta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami pusing, sesak napas, kelelahan, atau gangguan kesehatan lainnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad saiful riki)