IEA Pontianak Bantu Lancarkan Akses Ambulans di Tengah Kemacetan Kota
Dhita Mutiasari May 16, 2026 09:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK –  Di tengah padatnya arus lalu lintas di Kota Pontianak, hadir sebuah komunitas sosial yang berperan penting dalam membantu mempercepat mobilitas ambulans, yakni Indonesian Escorting Ambulance (IEA).

Komunitas ini berfokus pada pengawalan ambulans agar pasien dapat segera memperoleh penanganan medis di rumah sakit tanpa terhambat kemacetan.

Ketua 2 Indonesian Escorting Ambulance, Taufik Abdilah atau yang akrab disapa Aa Opik, mengatakan IEA didirikan di Pontianak pada 2018 dan memiliki pusat komunitas di Jakarta.

“Tujuan kami membentuk Indonesian Escorting Ambulance di Pontianak dan Kubu Raya karena keprihatinan atas sulitnya ambulans melintas di Pontianak, melihat padatnya lalu lintas, serta kurangnya pengetahuan masyarakat atas kendaraan prioritas,” ujarnya kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 16 Mei 2026.

Dalam menjalankan tugas, anggota IEA membantu membuka jalan dan membelah kemacetan agar ambulans bisa segera tiba di rumah sakit.

“Kegiatan kami saat menjalankan tugas pendampingan ambulans yaitu membantu membelah kemacetan dan berusaha membuat ruang agar ambulans bisa secepatnya sampai ke rumah sakit agar pasien dapat langsung ditangani medis,” katanya.

• Waspada! Virus Hanta Renggut Nyawa Pasien di Kalbar, dr Harisson Jelaskan Tanda-tanda Virus

Namun, ia mengatakan tantangan yang sering dihadapi saat melakukan pendampingan ambulans yakni tingginya ego pengendara lain yang terkadang tidak mau memberi jalan bagi kendaraan prioritas seperti ambulans serta risiko kecelakaan di lapangan.

Meski demikian, ia menilai sebagian besar masyarakat mendukung kegiatan sosial yang dilakukan komunitas tersebut.

“Sebagian besar masyarakat mendukung kegiatan kami, adapun sebagian kecil masyarakat atau pengendara yang masih lalai dengan apa itu kendaraan prioritas,” jelasnya.

Ia mengatakan syarat utama untuk bergabung yakni wajib melengkapi surat-surat kendaraan, memiliki KTP, serta mendapatkan izin dari orang tua.

Selain itu, komunitas tersebut juga rutin mengadakan pelatihan bagi anggota setiap enam bulan sekali.

Taufik berharap masyarakat bisa lebih sadar untuk memberi jalan kepada ambulans yang sedang membawa pasien.

“Harapan kami sebagai Indonesian Escorting Ambulance, untuk pengendara jika terdengar suara sirene atau terlihat lampu rotator ambulans, berilah ruang jalan sedikit agar ambulans bisa segera sampai dengan cepat, karena yang kami bawa bukan orang sehat tapi orang sakit. Mungkin dengan kebaikan sedikit kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.