Distribusi Bio Solar di SPBN Banjar Raya Banjarmasin Stabil, Nelayan Aman Tanpa Pelangsir
Ratino Taufik May 16, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berbeda dengan kondisi di sejumlah SPBU yang kerap dilanda keluhan soal kelangkaan dan antrean panjang, distribusi Bio Solar di SPBN Pelabuhan Banjar Raya justru berjalan stabil. Jumat sore (15/5/2026).

Para nelayan mengaku tidak pernah menghadapi drama kegiatan pelangsir maupun penimbunan.  

Seperti diketahui, para sopir truk di darat memang sering mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar subsidi. Namun, nelayan di pelabuhan menegaskan bahwa mekanisme distribusi di SPBN jauh lebih teratur dan tepat sasaran.  

“Alhamdulillah sejauh ini kita aman-aman saja. Karena memang SPBN kita ini kan khusus nelayan, distribusi juga tergantung besar dan kecilnya kapal, ada yang jatahnya 2000 liter ada yang 3000 liter tergantung tujuan juga. Iya sesuai jarak tempuhnya,” ujar H. Jaya, pelaku usaha kapal nelayan, ditemui saat mengisi solar untuk kapalnya.  

Sebelum proses pengisian, kapal bahkan terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan tidak ada jeriken yang digunakan untuk melansir. Langkah ini dilakukan demi menjaga stok solar agar terdistribusi adil ke seluruh kapal nelayan.  

Baca juga: Pasca Demo di Depan Kantor Gubernur Kalsel, Sopir Truk Akui Antrean Bio Solar di SPBU Kondusif

“Biasanya sebelum diisi akan diperiksa dulu adakah jeriken dan untuk apa. Kalau untuk melangsir pasti tidak bakal diberi izin untuk mengisi,” jelas Maulana, seorang pengurus kapal nelayan di Pelabuhan Banjaraya.  

Kekompakan antar nelayan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi. Mereka sepakat untuk menutup celah bagi pelangsir maupun penimbun.

"Kalau ada orang mau nitip-nitip jeriken, pasti kami larang. Mau orang biasa atau aparat kalau masih ngeyel juga langsung saja kami laporkan," tegas H. Jaya.

Sistem yang kuat juga dianggap sebagai benteng utama untuk memastikan bahan bakar benar-benar sampai ke kapal yang berhak, sekaligus menutup peluang bagi pihak yang mencoba bermain curang

“Mekanismenya itu sesuai di pelabuhan, setiap ingin mengisi solar harus ada rekomendasi. Itu harus laporan dulu ke syahbandar, melaporkan kapal datang dan ingin mengisi solar sekian. Kemudian ada izin tanda tangan semua lalu bisa disalurkan. Kalau tidak yah tidak dapat mengisi solar,” tambah Maulana.  

Dengan sistem pengawasan ketat dari syahbandar, distribusi Bio Solar di SPBN Banjaraya tetap stabil. Nelayan pun merasa tenang karena kebutuhan bahan bakar untuk melaut dapat terpenuhi secara adil dan teratur. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.