TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pemuda pelaku pemukulan dan penusukan terhadap petugas PPSU Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur sempat melontarkan ancaman.
Saat melakukan penganiayaan korban, Endri (52) di halaman kantor Kelurahan Bidara Cina pelaku sempat meminta korban 'memilih' tindak penganiayaan yang akan dilakukan.
Ancaman itu dilontarkan pelaku beberapa saat sebelum memukul korban sebanyak dua kali di bagian pelipis dan bibir, serta menusuk Endri sebanyak dua kali pada bagian paha kanan.
"Dia bilang 'Nih, mau ditonjok apa mau disulap?' Posisinya memang dia sudah bawa pisau dari rumah. Kelihatan di kantongnya," kata Endri di Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026)
Kata sulap dilontarkan tersebut tidak sekadar bernada guyon, tapi mengarah kepada ancaman dan tindakan yang sama-sama bersifat kekerasan sebagaimana pemukulan.
Terlebih saat datang ke kantor Kelurahan Bidara Cina, pelaku yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu sudah dalam keadaan membawa sebilah pisau dapur di sakunya.
Pisau tersebut yang digunakan pelaku untuk menikam Endri hingga korban mengalami pendarahan berat, dan harus mendapat penanganan medis di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Setelah kejadian pelaku datang ke rumah untuk minta maaf, saya maafkan. Kalau sudah minta maaf, ya saya maafkan. Tapi soal proses hukumnya lihat nanti, pak Lurah sudah lapor ke Polsek," ujar Endri.
Sementara pihak Kelurahan Bidara Cina menyatakan mengecam tindak penganiayaan dialami Endri, dan sejak hari kejadian sudah melaporkan kasus ke pihak Polsek Jatinegara.
Lurah Bidara Cina, Suhartono menuturkan pihaknya juga masih mengumpulkan barang bukti rekaman CCTV terkait yang menyorot pelaku saat melakukan penganiayaan.
"Menyesalkanlah, kenapa di lingkungan kerja kita sampai ada yang seperti itu. Ya ditegur jangan pakai sendal karena lagi dipel kan. Kalau ada orang lagi ngepel kan harus tahu diri juga," tutur Suhartono.
Sebelumnya seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur menjadi korban penusukan seorang pemuda mabuk.
Korban, Endri (52) ditusuk seorang pemuda saat sedang bertugas di area halaman kantor Kelurahan Bidara Cina pada Kamis (14/5/2026) sekira pukul 05.00 WIB.
Kejadian bermula ketika korban menegur pelaku agar melepaskan alas kaki saat hendak masuk ke ruang aula kantor kelurahan, karena saat kejadian ruangan baru saja dipel.