Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mulai memetakan distribusi hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 2026 dengan memprioritaskan masjid yang selama ini belum pernah menerima bantuan hewan kurban.
Hingga pertengahan Mei 2026, sekitar 60 ekor sapi telah terdaftar sebagai hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, mengatakan persiapan Iduladha tahun ini tidak hanya berfokus pada jumlah hewan kurban, tetapi juga pemerataan distribusi serta pengawasan kesehatan ternak.
“Untuk persiapan menyambut Hari Raya Iduladha, hewan kurban yang sudah terdaftar saat ini sekitar 60-an sapi. Ada juga beberapa ekor kambing dari ASN pemerintah kota,” ujar Medy kepada TribunBengkulu.com.
Menurutnya, Pemkot Bengkulu saat ini tengah memetakan titik distribusi agar bantuan hewan kurban tidak terpusat di lokasi tertentu saja.
Prioritaskan Masjid yang Belum Pernah Terima Bantuan
Medy menyebut, masjid yang selama ini belum pernah menerima bantuan hewan kurban dari pemerintah kota menjadi prioritas penyaluran pada Iduladha tahun ini.
“Nanti akan kita salurkan ke masjid-masjid yang memang selama ini belum pernah mendapat bantuan hewan kurban dari pemerintah kota,” katanya.
Pemkot Bengkulu juga menargetkan jumlah hewan kurban terus bertambah hingga mencapai lebih dari 70 ekor sapi dan kambing.
Karena itu, pemerintah mengajak partisipasi lebih luas dari pihak swasta maupun masyarakat umum untuk ikut berkurban melalui pemerintah daerah.
“Kita targetkan di atas 70 ekor. Selain ASN, kita juga mengimbau pihak luar untuk ikut berpartisipasi,” tambahnya.
Selain itu, Medy mengungkapkan bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia tahun ini akan dialokasikan untuk salah satu masjid di kawasan Simpang Kandis, Kota Bengkulu.
Pengawasan Kesehatan Hewan Diperketat
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu mulai memperketat pengawasan kesehatan ternak menjelang Iduladha.
Pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi penyebaran penyakit hewan menular sekaligus menjamin keamanan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat selama Iduladha.