Olahan ubi belakangan kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di antara banyak jenis ubi yang dijual, dokter gizi menyarankan masyarakat dapat memilih ubi ungu sebagai salah satu opsi.
Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK mengatakan ubi ungu mengandung antosianin yang cukup tinggi. Warna ungu pada ubi sendiri berasal dari kandungan antosianin, yakni pigmen alami yang juga banyak ditemukan pada blueberry dan anggur ungu.
"Jenis ubi sih yang direkomendasikan sebenarnya ubi ungu. Karena dia mengandung antosianin cukup tinggi. Antosianin itu merupakan zat warna alami yang mengandung banyak flavonoid dan polifenol yang bersifat sebagai anti-peradangan," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).
Menurut review yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules tahun 2019, kandungan antosianin pada ubi ungu dilaporkan dapat mencapai sekitar 218-244 mg per 100 gram tergantung varietas dan metode pengolahannya. Antosianin juga dikaitkan dengan aktivitas antioksidan dan anti-peradangan serta potensi manfaat terhadap kesehatan metabolik.
Menurut dr Tjandra, kandungan tersebut dapat bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
"Jadi ini sangat bagus untuk orang-orang yang berisiko menderita penyakit tidak menular seperti diabetes, kemudian hipertensi, dan sebagainya," lanjutnya.
Meski begitu, dr Tjandra mengingatkan manfaat ubi tetap bisa berkurang jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Karena itu, ia menyarankan masyarakat tetap bijak dalam memilih tambahan topping maupun porsi saat mengonsumsi olahan ubi yang sedang viral.





