Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) segera menyiapkan sekolah berasrama tingkat sekolah menengah atas (SMA) demi menjamin pemerataan pendidikan di 19 kabupaten dan kota.
"Target awal kita setiap kabupaten dan kota minimal memiliki satu sekolah favorit dengan fasilitas asrama. Dengan begitu manfaatnya bisa dirasakan masyarakat," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Sabtu.
Mahyeldi mengatakan pembangunan sekolah berasrama itu nantinya diprioritaskan bagi satuan pendidikan yang memiliki jumlah murid yang banyak, kesiapan lahan, serta didukung komite sekolah, orang tua siswa, dan lingkungan sekitar.
Selanjutnya, pembangunan asrama juga diprioritaskan pada sekolah yang berada di wilayah dengan akses pendidikan dan transportasi terbatas, sebelum diperluas ke lebih banyak sekolah di Sumbar.
"Pada tahap awal rencana tersebut akan diimplementasikan pada sekolah-sekolah favorit yang memiliki cakupan siswa lintas kabupaten dan kota," kata eks Wali Kota Padang itu.
Implementasi program tersebut akan dilakukan secara bertahap atau sesuai kemampuan keuangan daerah serta tingkat urgensi kebutuhan di masing-masing sekolah.
Ia menjelaskan pembangunan sekolah berasrama tidak hanya untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan, namun juga memperkuat pembinaan karakter generasi muda.
Dia mengatakan kondisi geografis Sumbar yang berbukit-bukit dan wilayah kepulauan menyebabkan tidak semua siswa memiliki akses yang mudah menuju sekolah unggulan maupun sekolah dengan fasilitas pendidikan memadai.
"Kita ingin anak-anak Sumbar memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala jarak dan kondisi ekonomi keluarga," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan asrama tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas tempat tinggal bagi siswa, tetapi menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter, kedisiplinan serta penguatan nilai-nilai agama dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Pola pendidikan asrama akan memberi ruang pembinaan yang lebih optimal bagi siswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan kepribadian.
Dengan demikian, kata dia, sekolah dapat lebih maksimal dalam membentuk generasi muda yang unggul, mandiri, dan berakhlak.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah yang patut kita dukung bersama," katanya.





