BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Suasana penuh keceriaan tersaji dalam peringatan Hari Thalasemia Sedunia yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Kedokteran Universitas Bangka Belitung (UBB), Sabtu (16/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut anak-anak ataupun remaja penderita Thalassemia diajak melakukan sejumlah aktivitas permainan.
Sebuah ruangan nampak telah khusus disiapkan oleh panitia dengan dekorasi bernuansa biru dan hijau, lengkap dengan balon-balon serta tirai rumbai yang digantung di dinding.
Seluruh peserta yang hadir tampak sangat antusias. Sebagian besar dari mereka bahkan terus mengangkat tangan ke atas dengan gembira mengikuti intruksi dari pemandu.
Pada saat bersamaan, para orang tua penderita Thalasemia bersama perwakilan masyarakat umum turut mendapatkan edukasi dari dokter Dora Novriska Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi di ruangan berbeda.
Ketua panitia kegiatan, Ulfa Mustika menyebutkan, kegiatan ini sengaja digelar sebagai wadah untuk berkumpulnya komunitas penyandang Thalasemia dari seluruh Pulau Bangka.
"Jadi dalam peringatan ini diisi dengan empat kegiatan, yakni acara edukasi, kemudian gather and play atau permaiann bersama anak-anak. Selanjutnya ada donor darah bersama UTD RS Abu Hanifah dan pemeriksaan kesehatan gratis," ujar Ulfa.
Ulfa menerangkan, selain sebagai ajang berkumpulnya penyitas penyakit Thalasemia, agenda ini diselenggarakan sebagai ajang edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, hal ini penting harus sering dilakukan karena masih banyak masyarakat yang awam mengenai penyakit Thalasemia ini.
"Jadi, acara hari ini tujuannya juga agar masyarakat untuk tambah mengetahui, karena masih banyak yang belum tahu Thalasemia itu apa. Padahal untuk di Bangka Belitung angka penderita thalasemia itu termasuk tinggi," sebutnya.
Dikatakan Ulfa, ketika masyarakat lebih memahami mengenai Thalasemia diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran skrining kesehatan sejak awal sebagai langkah pencegahan utama yang bisa dilakukan.
"Yang tidak kalah, selain ajang edukasi melalui peringatan Hari Thalasemia Sedunia ini kami ingin memfasilitasi penderita Thalasemia ini agar bisa saling bertemu karena ada yang melakukan penanganan di rumah sakit berbeda, harapannya mereka bisa saling menguatkan juga," pungkasnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)